DXY (Indeks Dolar AS) masih berjuang pada hari ini untuk mempertahankan kepulihannya, setelah didorong dari level tertinggi 2-minggu karena memudarnya optimisme atas kesepakatan perdagangan Cina-AS dalam jangka pendek yang menghidupkan kembali permintaan besar atas aset safe haven (seperti Emas dan Yen), dan menyeretnya jatuh.

Imbal hasil (yield) obligasi AS juga mengalami penurunan dari mitra Inggris mereka ke posisi terendah 2-1 / 2-tahun pada komentar yang terdengar dovish dari Gubernur Bank of England (BoE), Mark Carney, yang pada gilirannya membuat sentimen Poundsterling (GBP) menjadi lemah atau negatif.

DXY terhadap sekeranjang enam mata uang utama berdiri di level 96,742 setelah menarik kembali dari level 96,875 pada hari Selasa, tertinggi sejak 20 Juni lalu.

GBP masih stabil di $ 1,2597 setelah merosot 0,35% pada hari sebelumnya, ketika menyentuh dasar 2-minggu di level $ 1,2584 terhadap dolar AS (USD).

DXY dan Gubernur BoE

Sumber: thestar.com

Kemarin, Carney mengatakan bahwa perang perdagangan global dan Brexit tanpa kesepakatan (No Deal Brexit) akan meningkatkan risiko terhadap ekonomi Inggris yang mungkin membutuhkan lebih banyak bantuan untuk mengatasi penurunan, mendorong investor untuk meningkatkan taruhan mereka pada pelonggaran BoE.

USDJPY diperdagangkan pada 107,83 yen, setelah didorong ke posisi tertinggi 12-hari di 108,535 pada awal minggu ini dan tidak mampu bertahan lama disana.

Shinichiro Kadota, ahli strategi senior di Barclays Tokyo mengatakan:

“Dolar jatuh di bawah ¥ 108,00 lagi sehubungan dengan komentar dovish Gubernur BoE Carney, yang membantu menekan yield obligasi global.”

Mata uang umum telah menerima dampak setelah sebuah laporan media menyebutkan bahwa pembuat kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB) tidak terburu-buru untuk menurunkan suku bunga pada pertemuan kebijakan Juli. Tetapi kemudian tergelincir setelah direktur pelaksana IMF, Christine Lagarde, dianggap sebagai Dovish-nya kebijakan, yang dinominasikan sebagai presiden ECB berikutnya.

Hasil KTT G20

Sumber: G20.org

Pada KTT G20 di Jepang akhir pekan lalu, AS dan Cina bersepakat untuk memulai kembali pembicaraan perdagangan setelah Presiden AS, Donald Trump, menawarkan konsesi.

Tetapi investor masih merasa khawatir tentang kemungkinan resolusi untuk perang perdagangan sepanjang tahun antara dua ekonomi terbesar di dunia tersebut, terutama mengingat kegagalan pembicaraan baru-baru ini dan komentar Presiden Trump bahwa setiap kesepakatan harus dimiringkan untuk kepentingan AS.

Sentimen juga terganggu oleh ancaman tarif AS atas $ 4 Miliar barang Uni Eropa sebagai tambahan dalam perselisihan jangka panjang tentang subsidi pesawat.