Bubble Dot Com Vs Crypto: Sekilas tentang Psikologi Manusia dan Masa Depan Bitcoin?

0
1446
Bubble Crypto dan Dot Com

Bubble (gelembung) Dot Com dan Crypto

Semua pasar keuangan bersifat siklis, termasuk pasar cryptocurrency. Tindakan harga aset digital seperti Bitcoin, Ethereum, dan bahkan aset tradisional seperti saham atau komoditas, didorong oleh keseimbangan penawaran dan permintaan yang kompleks, tetapi juga oleh psikologi setiap peserta pasar.

Perbandingan antara akhir 1990-an dan awal 2000-an, era booming dot com dan akhir 2017 yang menjadi bubble di pasar crypto menunjukkan betapa psikologi manusia pun bermain dan berandil besar di pasar serta berpotensi menawarkan sekilas ke masa depan Bitcoin.

Bitcoin

Tidak jarang, melihat pasar crypto hari ini dibandingkan dengan dot com di awal tahun 2000-an. Keduanya adalah teknologi baru yang muncul dan menawarkan potensi serta janji yang belum termanfaatkan dan “menggempur” seluruh dunia.

Investor berbondong-bondong memasuki ranah mereka serta memanfaatkan kekuatan teknologi internet, menaikkan harga saham seperti Amazon jauh sebelum sang toko buku online menjadi merek digital luas seperti sekarang ini.

Dalam perbandingan dengan Bitcoin, kinerja saham Amazon selama gelembung dot com menunjukkan struktur pasar yang serupa – yang sangat didorong oleh spekulasi dan karenanya, keadaan emosional dan psikologis investor.

Pasar memuncak di sekitar periode euforia ekstrem, dan begitu investor turun ke realitas yang membentuk level harga yang sangat tinggi, seringkali ketakutan, kemarahan, dan bahkan depresi mengambil alih pikiran.

Grafik yang dibagikan dibawah ini menunjukkan bahwa psikologi manusia jarang berubah, dan dengan demikian, pasar biasanya berperilaku serupa. Seperti halnya dengan Amazon, selama aset yang mendasarinya masih memiliki nilai, setelah periode konsolidasi yang panjang, aset tersebut dapat melanjutkan untuk reli sekali lagi, membuat puncak awal terlihat seperti hal biasa belaka pada grafik harga.

Sumber: Twitter CharlesTheETH (Grafik Amazon)
Sumber: Twitter CharlesTheETH (Grafik Bitcoin)

Sangat sedikit investor Bitcoin yang membeli aset digital untuk alasan yang jelas, dan sebaliknya, mereka cenderung lebih berspekulasi tentang potensi jangka panjangnya yang akan mengganggu industri keuangan dan berpotensi menggantikan mata uang fiat dunia.

Hal yang sama berlaku pada hari-hari awal internet, selama booming dot com. Perusahaan Internet sangatlah banyak, masing-masing menawarkan janji terobosan masa depan dalam teknologi dan pengalaman pengguna.

Mayoritas perusahaan, bagaimanapun, mati selama keruntuhan setelah bubble dot com terjadi, dan dari kejatuhan tersebut, naiklah sang raksasa hari ini seperti Amazon. Tetapi bahkan Amazon dulunya tidak lebih dari sekedar toko buku, dan bukan pembangkit tenaga listrik digital seperti sekarang ini.

Amazon
sumber: marketwatch.com

Menurut data, jika Bitcoin mengikuti kecepatan yang sama dengan adopsi internet, 50% dari populasi dunia akan menggunakan mata uang digital dalam beberapa cara.

Pada satu titik, internet – seperti Bitcoin – dianggap suatu keisengan belaka. Dan meskipun harga saham Amazon jatuh mengikuti pecahnya bubble, harga terbaru kini telah memberikan pengembalian fantastis bagi para pemegang saham yang membeli di harga puncak gelembung tersebut.

Dan seperti gelembung dot com, banyak proyek crypto yang akan mati di sepanjang jalan, tetapi mereka yang menawarkan nilai nyata pada akhirnya akan tumbuh menjadi Amazon di dunia crypto. Kita tunggu saja!

Sumber: Newsbtc.com