International Investor Club – Perusahaan konstruksi PT Pembangunan Perumahan (PTPP) akan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan II PTPP Tahap II Tahun 2019 dengan nilai pokok sebesar Rp 1,25 Triliun.

Obligasi ini adalah bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi Berkelanjutan II PTPP dengan target dana yang dihimpun mencapai Rp 3 Triliun.

Kontan (doc.)

Sebelumnya, perusahaan konstruksi ini telah menerbitkan Obligasi Berkelanjutan II PTPP Tahap I pada tahun lalu sebesar Rp 1,5 Triliun.

Baca Juga: Dapat Mandat, Pefindo Akan Menerbitkan Obligasi Korporasi Senilai Rp26,93 Triliun

Obligasi senilai Rp 1,25 Triliun ini akan terdiri dari dua seri. Pertama adalah Seri A dengan nilai pokok Rp 1 Triliun dan tingkat bunga tetap 8,25% per tahun. Obligasi Seri A ini memiliki tenor tiga tahun.

Kedua adalah Seri B dengan nilai pokok Rp 250 Miliar dengan tingkat bunga tetap 8,5% per tahun. Obligasi Seri B ini bertenor lebih lama yakni lima tahun.

Pembayaran pokok obligasi akan dilakukan secara penuh (bullet payment) pada saat tanggal jatuh tempo. Sementara itu, bunga obligasi tersebut akan dibayarkan per tiga bulan sekali (Triwulan).

Sekedar informasi ya pembaca IIC, pembayaran bunga obligasi pertama akan jatuh pada tanggal 27 Februari 2020. Sementara itu, pembayaran bunga obligasi terakhir akan jatuh pada 27 November 2022 untuk Seri A dan 27 November 2024 untuk Seri B.

Berdasarkan prospektus ringkas penerbitan obligasi, awal minggu ini, PTPP akan menggunakan dana dari hasil PUB setelah dikurangi biaya-biaya emisi untuk melunasi Obligasi Berkelanjutan I PP Tahap II Tahun 2015 senilai Rp 300 Miliar yang akan jatuh tempo pada 24 Februari 2020. Kemudian, sisanya akan digunakan untuk mendanai proyek-proyek infrastruktur PTPP.

Baca Juga: Indo Bintang Mandiri Tawarkan 25% Saham ke Publik dalam IPO

Menurut berita yang disajikan oleh Kompas, Penjamin pelaksana emisi obligasi ini adalah PT BNI Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas.

Sementara itu, wali amanat obligasi adalah PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. Dan menariknya, Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) memberikan peringkat idA+ (Single A Plus) untuk obligasi ini sehingga akan menarik para investor.

idnfinancials (doc.)

Masa penawaran obligasi ini berlangsung pada 21-22 November 2019 dan tanggal penjatahan pada 25 November 2019. Obligasi ini akan didistribusikan secara elektronik pada 27 November 2019 dan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada 28 November 2019.

Obligasi ini ditawarkan dengan nilai 100% dari jumlah pokok obligasi. Bagi pihak yang tertarik membeli obligasi ini, minimal pembeliannya adalah Rp 5 Juta atau kelipatannya. Apakah pembaca juga suda mulai tertarik dengan obligasi ini? Jangan sampai kelewat ya!

1 COMMENT

Comments are closed.