International Investor Club – Mendapatkan predikat baru dari idA menjadi idA+ oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO), PT Permodalan Nasional Madani Persero (PNM) pun akan melepas obligasi berkelanjutan III tahap II tahun 2019 sebesar Rp 1,35 Triliun.

Penerbitan obligasi berkelanjutan ini akan dilepas dalam dua seri yang tentunya menjadi salah satu alternatif terbaru bagi masyarakat untuk menginvestasikan uang mereka dibandingkan hanya disimpan di bank saja dengan pengembalian yang ‘kecil’.

Baca Juga: PTPP Akan Terbitkan Obligasi dengan Nilai Pokok Rp 1,25 Triliun

Obligasi berkelanjutan PNM yang ditawarkan pada seri A sebesar Rp 586 Miliar dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,40% per tahun.

Sementara jangka waktu untuk penawaran obligasi seri A ini selama 3 tahun.

Sedangkan Seri B menawarkan obligasi dengan jangka waktu 5 tahun, jumlah obligasi yang ditawarkan sebesar Rp 763 Miliar dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,75% per tahun.

PNM (doc.)

Direktur Utama PNM, Arief Mulyadi, mengatakan bahwa hasil obligasi ini nantinya akan digunakan untuk modal kerja perusahaan. Kepada Tribunnews, Arief mengatakan:

“Dana yang diperoleh dari hasil penawaran obligasi ini akan digunakan seluruhnya untuk modal kerja PNM.”

Arief pun menjelaskan, pihaknya akan memfokuskan dana hasil penawaran obligasi ini untuk mendorong pembiayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Baca Juga: Penawaran Lelang Sukuk Kian Lisu Karena Harga yang Dinilai Mahal

Selain itu, PT Voksel Electric Tbk. berencana menerbitkan obligasi senilai Rp 500 Miliar untuk mempertebal modal kerja perusahaan.

Dalam prospektus ringkas yang dipublikasikan di harian Bisnis Indonesia hari ini, Manajemen Voksel Electric memaparkan bahwa surat utang tersebut terdiri atas dua seri dengan tenor 3 tahun dan 5 tahun.

Voksel (doc.)

Emisi obligasi itu ditangani oleh Mandiri Sekuritas dan Trimegah Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi. Rencananya, obligasi emiten berkode saham VOKS itu akan mulai massa penawaran awal pada 14 sampai 25 November 2019.

Pefindo menyematkan peringkat idA- untuk obligasi Voksel ini. Sebagai gambaran, yield obligasi korporasi dengan rating A berdasarkan data IBPA ada di level 9,5% untuk tenor 5 tahun dan 9% untuk tenor 3 tahun.

Lewat emisi Obligasi I Voksel Electric Tahun 2019 itu, VOKS membidik dana segar sebanyak-banyaknya Rp 500 Miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk modal kerja operasional perseroan yang mendukung lini produksi kabel power high voltage. Manajemen pun mengungkapkan:

“Jika dana belum mencukupi, perseroan akan menggunakan internal kas untuk memenuhi rencana-rencana penggunaan itu.”

2 COMMENTS

Comments are closed.