International Investor Club – Startup fintech lending Indonesia, Kredit Pintar, telah merambah pasar Filipina dengan merek dagang (brand) Atome untuk mereplikasi solusi atas isu yang sama dengan kondisi di Indonesia.

Atome PH - Kredit Pintar
Advance Loan PH (doc.)

Berdasarkan sajian berita di DailySocial, CEO Kredit Pintar Wisely Wijaya belum bersedia memberikan komentarnya terkait ekspansi ini. Namun, mengutip dari Kontan, Wisely sempat mengutaran soal ekspansinya ini.

Baca Juga: Bareksa Hentikan Pembelian Reksadana Narada Aset Manajemen, Kenapa Ya?

Menurut Wisely, Filipina memiliki karakteristik yang sama dengan Indonesia, baik dari sisi inklusi keuangan hingga risiko yang dihadapi. Alhasil, melihat dari situs resminya, produk yang ditawarkan tidak jauh berbeda, memberikan payday loan dan paylater.

Nominal pinjaman untuk payday loan yang diberikan antara PHP 1.000 – PHP 10.000 (sekitar Rp 270 ribu – Rp 2,7 juta). Pilihan tenor yang disediakan 90-120 hari dengan bunga mulai dari 0,14% – 0,8% per harinya.

Seluruh prosedurnya dilakukan secara online seperti Kredit Pintar, via aplikasi. Persyaratan untuk calon nasabah adalah pekerja tetap dengan rentang usia 18-55 tahun, memiliki identitas resmi, menggunakan smartphone Android, dan memiliki rekening bank atau GCash (pemain e-wallet terbesar di Filipina).

Kredit Pintar Filipina
Atome PH (doc.)

Sekedar informasi, Atome adalah brand dari Neuroncredit Financing Company Inc., didirikan pada akhir 2018 di Filipina. Dia adalah anak usaha dari Neuroncredit Pte. Ltd. yang beroperasi di Singapura sejak 2015.

Seluruh perusahaan di bawah Neuroncredit, termasuk Kredit Pintar, menggunakan teknologi yang dibangun oleh perusahaan fintech asal Tiongkok, Advance.ai, untuk mempercepat pemrosesan pinjaman yang lebih cepat dan lebih baik.

Awalnya, Neuroncredit memakai brand Kredit Pintar PH saat masuk ke Filipina. Namun pada awal 2019 diubah menjadi Atome, brand yang sama yang dipakai Neuroncredit untuk operasionalnya di Singapura.

Atome Filipina terintegrasi dengan biro kredit milik pemerintah Filipina, Credit Information Corporation (CIC) dan masuk ke dalam asosiasi fintech di sana.

Namun tidak hanya Filipina, Kredit Pintar juga kini tengah mengincar pasar Vietnam dan India untuk diversifikasi produk dan geografis yang jauh lebih besar.

Baca Juga: Angin Segar, Pasar Properti Diproyeksi akan Pulih di Akhir Tahun

Saat ini, Kredit Pintar mulai menggarap pinjaman produktif, selain pinjaman konsumtif, dengan perpanjang tenor dari awal perilisan 2 bulan, menjadi 12 bulan (1 tahun). Pekan lalu, Wisely mengungkapkan:

“Kami ingin pengguna kami [mendapatkan] upgrade layanan keuangan yang lebih baik, dari sisi bunga, plafon, dan dari sisi tenor pinjaman.”

1 COMMENT

Comments are closed.