International Investor Club – Dana kelolaan reksadana syariah pasar uang tumbuh paling tinggi dibanding reksadana yang syariah jenis lain. Laju pertumbuhan ini selaras dengan pertumbuhan dana kelolaan di reksadana konvensional.

Reksadana Syariah
Imoney MY (doc.)

Berdasarkan data Infovesta Utama dalam sajian berita Kontan, sejak awal tahun hingga Oktober 2019 lalu, reksadana pasar uang syariah telah tumbuh 139,10% menjadi Rp 9,15 Triliun. Infovesta mencatat, pertumbuhan tersebut jadi yang paling tinggi selama tiga tahun terakhir.

Baca Juga: Mau Beli Rumah Tanpa DP? Pameran Properti IPEX JCC Solusinya

Sebaliknya, pertumbuhan dana kelolaan terendah dialami reksadana saham syariah yang turun 24,55% menjadi Rp 8,05 Triliun.

Selanjutnya, dana kelolaan reksadana campuran syariah juga turun 17,03% menjadi Rp 3,38 Triliun. Sementara, dana kelolaan reksadana pendapatan tetap syariah hanya tumbuh satu digit dan jumlahnya menjadi Rp 7,19 Triliun.

Head of Investment Research Infovesta Utama, Wawan Hendrayana, mengatakan bahwa pertumbuhan dana kelolaan reksadana pasar uang syariah sejatinya sejalan dengan pertumbuhan dana kelolaan reksadana pasar uang konvensional.

Pertumbuhan dana kelolaan reksadana pasar uang tumbuh signifikan karena banyak investor mencari instrumen investasi alternatif di saat bunga deposito menciut akibat penurunan suku bunga acuan.

Investasi Reksadana
Medium (doc.)

Senior Vice President Recapital Asset Management, Rio Ariansyah, menambahkan bahwa kinerja pasar saham yang masih mengkhawatirkan juga membuat investor beralih pada instrumen investasi yang lebih minim risiko. Apalagi, belakangan pasar obligasi sedang dalam tren koreksi setelah kinerja naik tinggi.

Baca Juga: Harga SBN Terkoreksi Setelah Reli 6 Minggu

Direktur Investasi Paytren Asset Management, Achfas Achsien mengatakan bahwa di tengah volatilitas pasar saham yang tinggi, investor jadi cenderung mencari instrumen investasi yang lebih stabil, salah satunya reksadana pasar uang.

Pertumbuhan reksadana pasar uang syariah yang signifikan juga didorong tingginya kinerja aset syariah. Wawan mengatakan bahwa bunga deposito dari bank syariah lebih kompetitif dibanding bunga deposito bank konvensional. Penyebabnya, bank syariah di Indonesia biasanya adalah bank buku II dan III.

Selain itu, Rio mengatakan obligasi atau sukuk tenor kurang dari satu tahun yang juga menjadi aset reksadana pasar uang memiliki yield yang lebih kompetitif dari obligasi konvensional.

1 COMMENT

Comments are closed.