International Investor Club – Mandiri Capital Indonesia, ventura korporasi dari Bank Mandiri, mengungkapkan sedang dalam proses pengumpulan dana investasi perdana. Target dana yang akan dihimpun adalah $ 100 Juta (sekitar Rp 1,4 Triliun) dan akan selesai pada tahun depan.

Mandiri Capital
Kontan (doc.)

CEO Mandiri Capital Indonesia, Eddi Danusaputro menerangkan, perubahan strategi ini dilakukan karena ada kebutuhan investasi yang besar di Indonesia, terutama untuk startup fintech. Hal ini tidak bisa sepenuhnya dipenuhi apabila sumber investor dari Bank Mandiri saja, butuh investor dari luar untuk menyokongnya.

Baca Juga: Harga SBN Terkoreksi Setelah Reli 6 Minggu

Dalam sajian berita Daily Social, Eddi mengatakan di sela NextlCorn 2019:

“Tidak bisa terus-menerus mengandalkan dana dari Bank Mandiri saja. Sekarang masih fundraising, sudah keliling ke Jepang dan Korea Selatan, mereka berminat untuk masuk ke Indonesia.”

Eddi pun juga meyakini reputasi Bank Mandiri sebagai bank pelat merah, tentunya akan memberikan nilai lebih buat para investor luar negeri untuk memercayakan dananya untuk dikelola Mandiri Capital.

Eddi pun berujar, tidak ada perbedaan mencolok antara mengelola dana dari kantong sendiri dengan eksternal. Selama ini Bank Mandiri selalu mengutamakan bagaimana startup yang didanai bisa memberikan sinergi buat grup dan imbal hasil yang diberikan.

Sedangkan, investor eksternal kurang mengedepankan sinergi, lebih kepada bagaimana perusahaan bisa memberikan imbal hasil yang baik dari dana yang diinvestasikan.

Dalam fundraising ini, Eddi menargetkan setidaknya dapat menghimpun dana sebesar $ 100 Juta. Bank Mandiri akan turut berpartisipasi dalam putaran tersebut dan diperkirakan akan menginvestasikan 10% dari target, atau sekitar $ 10 Juta (sekitar Rp 140 Miliar).

Eddi Danusaputro
SWA (doc.)

Tahun depan diharapkan Mandiri Capital sudah mulai berinvestasi lewat pendanaan terbaru tersebut. Startup yang diincar 80% bergerak di fintech, sisanya bergerak di sektor pendukung fintech. Tahapan pendanaannya tetap di seri A.

“Tetap di hipotesa awal kita bermain di early stage, seri A. Tapi tidak menutup kemungkinan bila ada yang bagus masuk ke seri B.”

Baca Juga: Menjadi Atome, Fintech Kredit Pintar Merambah Filipina

Dilain kesempatan, Bank Tabungan Negara (BTN) telah resmi mengakuisisi perusahaan modal ventura (PMV) untuk mendukung bisnis utama perseroan di bidang pembiayaan perumahan. Perseroan akan meminta persetujuan kepada OJK untuk merealisasikan rencana tersebut.

Keputusan ini diambil setelah perseroan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan akhir Agustus lalu. Dalam RUPS juga dibahas mengenai evaluasi kerja sepanjang semester Pertama tahun 2019 dan perubahan struktur manajemen perseroan.