International Investor Club – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, atau bank BTN, memprediksi perkembangan properti kian pesat pada tahun depan. Hal ini sejalan dengan aturan pelonggaran Loan to Value (LTV) yang diterapkan Bank Indonesia (BI) yang juga berlaku per tahun depan.

Direktur Consumer Banking BTN, Budi Satria, mengatakan prediksi properti yang akan melesat pada tahun depan juga sejalan dengan sejumlah proyek LRT akan segera tuntas.

Baca Juga: BTPN Tawarkan Obligasi Senilai Rp 1 Triliun, Pecinta Bank Wajib Invest

Menurut Budi, adanya tren penurunan suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan tuntasnya sejumlah proyek infrastruktur sarana transportasi, telah mendorong animo masyarakat untuk melirik hunian idaman. Salah satunya saat ajang Indonesia Properti Expo 2019.

Properti
Unsplash (doc.)

Proyek Lintas Raya Terpadu maupun Mass Rapid Transportation yang makin mempercepat jarak tempuh dari daerah penyangga Jakarta, seperti Bogor, Tangerang dan Bekasi membuat penjualan properti di wilayah tersebut makin diminati. Budi pun mengatakan:

“Ajang pameran properti terbesar ini membuat masyarakat untuk memilih calon rumah idamannya baik rumah tapak maupun vertikal, dengan jumlah pengunjung mencapai 175.177 pengunjung selama sepekan pameran tersebut digelar.”

Menurutnya bunga KPR promosi hasil kolaborasi dengan para pengembang, Bank BTN berhasil meraih jumlah ijin prinsip KPR maupun Kredit Pemilikan Apartemen atau KPA menembus target sebesar Rp 4,54 Triliun dengan jumlah unit yang terjual mencapai 5.693 unit hunian. Angka ini di atas target awal yang dipatok sebesar Rp 3 Triliun.

Perumahan
Makaan (doc.)

Dalam sajian berita Republika, Budi menambahkan, “Kami terkejut, di tengah perlambatan ekonomi dan berdampak pada daya beli masyarakat. Kami tetap dapat melampaui dari target awal, ini bukti bahwa masyarakat masih melihat rumah sebagai bentuk investasi selain untuk ditinggali.”

Baca Juga: Angin Segar, Pasar Properti Diproyeksi akan Pulih di Akhir Tahun

Budi berujar, suku bunga KPR promosi dan pembebasan sejumlah biaya seperti bebas biaya administrasi, maupun diskon khusus untuk asuransi dan adanya kerjasama dengan mitra developer. Bank BTN mampu menggiring minat pembeli rumah dari segmen KPR/KPA Non Subsidi, Subsidi, maupun Syariah.

Masih perihal perumahan (properti), pasar properti di Indonesia khususnya pembiayaan KPR Syariah, kian meningkat dalam dua tahun terakhir. Adapun tingginya permintaan KPR Syariah terjadi pada kalangan milenial sebesar 56% dan kalangan penghasilan rendah sebesar 59%.