International Investor Club – PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) berencana untuk menerbitkan obligasi berkelanjutan tahap pertama. Obligasi ini merupakan bagian dari Obligasi Berkelanjutan melalui penawaran umum kedua dengan target dana terkumpul sebesar Rp 3 Triliun.

Obligasi yang ditawarkan pada tahap pertama tahun 2019 ini sebanyak Rp 1,5 Triliun dan akan diterbitkan dalam tiga seri.

IIF
Kontan (doc.)

Obligasi seri A dengan tenor 370 hari, memiliki tingkat bunga 6,35%-6,95%. Obligasi seri B dengan tenor tiga tahun memiliki tingkat bunga antara 7,20% – 7,80%.

Seri C merupakan obligasi seri terakhir dengan tenor lima tahun. Obligasi seri ini menawarkan tingkat bunga 7,5% – 8,2%.

Baca Juga: Dompet Digital Dana Gandeng Akulaku untuk Uji Fitur Paylater

Dalam penerbitan obligasi ini, IIF menunjuk CGS-CIMB Sekuritas Indonesia, Danareksa Sekuritas, Mandiri Sekuritas, Indo Premier Sekuritas, dan Trimegah Sekuritas Indonesia sebagai Joint Lead Underwriter (JLU).

Dalam sajian berita Kontan, Presiden Direktur PT IIF, Reynaldi Hermansjah mengatakan, dana hasil penerbitan obligasi ini akan digunakan untuk dua keperluan. Sebanyak 70% dana obligasi akan digunakan untuk refinancing sementara sisanya akan digunakan untuk ekspansi bisnis.

Adapun ekspansi usaha yang dimaksud adalah bisnis IIF di delapan sektor inti, seperti energi, jalan tol, hingga bandara. Sementara itu, pada 2018 lalu, IIF diberi perluasan sektor oleh OJK dimana IIF akan menggarap beberapa infrastruktur sosial seperti kesehatan, pendidikan, dan pariwisata pada tahun 2020.

Masa bookbuilding obligasi ini digelar mulai Senin kemarin hingga 3 Desember 2019. Sementara itu, penawaran umum obligasi IIF akan dimulai pada 13 Desember-16 Desember 2019.

 Indonesia Infrastructure Finance
IIF (doc.)

Penerbitan obligasi akan dilakukan pada 18 Desember 2019 dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan dilakukan pada 19 Desember 2019.

Reynaldi pun mengatakan Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) tahap dua akan dilakukan sesuai dengan kebutuhan pendanaan perusahaan.

Baca Juga: Hobi Investasi di Bank? CIMB Niaga Tawarkan Obligasi Rp 1 Triliun Loh!

Sebelumnya, IFF telah mendukung pengembangan ruas jalan tol Pemalang-Batang dengan memberi fasilitas cash deficiency support (CDS) senilai Rp 600 Miliar kepada PT Pemalang – Batang Tol Road (PBTR).

Sekedar informasi, CDS merupakan fasilitas pinjaman yang memungkinkan PBTR untuk tetap memenuhi kebutuhan dana tunai. Hal ini umum terjadi pada ruas jalan tol yang baru beroperasi dan diharapkan meningkat seiring dengan kenaikan volume pengguna ruas jalan tol.

PT Waskita Toll Road (WTR) memiliki 60% kepemilikan saham di PT Pemalang Batang Toll Road yang merupakan proyek strategis nasional. Ruas tol Pemalang – Batang, memiliki panjang 39,2 km, mulai beroperasi secara komersial pada Desember 2018 dengan nilai investasi sebesar Rp 7,49 Triliun.

Ruas ini melintasi tiga kabupaten di Jawa Tengah, yaitu Pemalang, Pekalongan dan Batang serta merupakan bagian dari Jalur Trans Jawa yang menghubungkan jalan tol Pejagan-Pemalang dan jalan tol Batang-Semarang.

Penandatanganan fasilitas CDS ini berlangsung di kantor IIF di Jakarta, yang ditandatangani oleh Presiden Direktur IIF, Reynaldi Hermansjah dan Presiden Direktur PBTR, Supriyono.