International Investor Club – PT AKR Corporindo Tbk tercatat memiliki Obligasi I Tahun 2012 seri B senilai Rp 877 Miliar yang jatuh tempo pada 21 Desember 2019.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan PT AKR Corporindo Tbk, Suresh Vembu mengatakan AKRA telah melakukan pelunasan pokok obligasi sebesar Rp 877 Miliar dengan menggunakan dana dari fasilitas pinjaman bank.

Obligasi AKR
Liputan 6 (doc.)

Selain itu, pada Juli 2020 nanti AKRA juga wajib melunasi obligasi berkelanjutan I tahap I tahun 2017 seri A senilai Rp 895 Miliar. Namun untuk pelunasan tersebut, perusahaan masih belum menyampaikan strateginya.

Baca Juga: Obligasi Negara Seri Acuan Transaksinya Capai Rp 134,32 Triliun November Kemarin

Kepada Konta, Suresh mengatakan:

“Kami akan membuat pengaturan pembayaran yang diperlukan dan akan memberikan detailnya pada waktunya.”

Sementara itu, PT Medco Energi Internasional Tbk juga memiliki obligasi yang jatuh tempo pada tanggal yang sama dengan AKR, yakni 21 Desember 2019 senilai Rp 246 Miliar.

Medco Energi
Deal Street Asia (doc.)

Direktur utama PT Medco Energi Internasional Tbk, Hilmi Panigoro mengatakan bahwa perusahaan memiliki kebijakan untuk membahas paling lambat enam bulan sebelumnya. Dalam sajian berita Kontan, Hilmi mengatakan:

“Kami sudah menyiapkan pembayaran untuk obligasi yang jatuh tempo selama 2019 melalui penerbitan global bond di tahun 2018.”

Pada saat itu, Medco tercatat menerbitkan obligasi global senilai US$ 500 Juta. Berdasarkan laporan keuangan MEDC pada semester I-2019, tercatat dana hasil penerbitan obligasi global berdenominasi dolar Amerika Serikat (AS) masih berada di deposito Standard Chartered Bank senilai US$ 276,65 Juta.

Oleh karenanya, Helmi berujar, “kondisi Medco tidak terpengaruh oleh pembayaran (obligasi) ini, justru (perusahaan) berada di posisi yang lebih baik dengan selesainya akuisisi di akhir bulan Mei 2019.”

Baca Juga: Bersiap, BEI Akan Delisting Saham yang Disuspensi Lebih dari Dua Tahun

Sebelumnya, Pasar obligasi pemerintah Indonesia dilaporkan minim dinamika pada perdagangan akhir pekan lalu. Namun investor asing masih melakukan akumulasi beli.

Pada penutupan perdagangan pekan lalu, level nilai masih sama persis dengan posisi penutupan perdagangan dua pekan sebelumnya.

Dalam sajian berita CNBC Indonesia, meski pasar terlihat sepi, tetapi investor asing masih bekerja dalam senyap. Per 27 November, kepemilikan investor asing di Surat Berharga Negara (SBN) tercatat sebesar Rp 1.062,22 Triliun. Naik Rp 380 Miliar dibandingkan akhir pekan lalu.