International Investor Club – Kabar terbaru, Bank Rakyat Indonesia (BRI) merilis aplikasi BRI Ceria, layanan paylater atau kartu kredit virtual untuk menyasar debitur yang underbanked. Pada saat penulisan, aplikasi Ceria sudah dapat diunduh, namun baru tersedia untuk versi Android saja.

Dalam penjelasannya, BRI Ceria dapat memberikan pinjaman mulai dari Rp 500 Ribu sampai Rp 20 Juta dan tenor 1-12 bulan.

Ceria

Bunga per bulan dari Ceria berkisar 1,42% atau 17,04% dalam setahun. Bila terlambat membayar, nasabah akan dikenakan tambahan 3% dari jumlah tagihan atau maksimal Rp 150 Ribu.

Baca Juga: LinkAja akan Rilis Fitur PayLater, Makin Ramai Nih Penyedianya!

Menurut sajian berita DailySocial, fasilitas tersebut hanya diberikan untuk nasabah BRI. Hal ini sebagai strategi BRI dalam melakukan credit scoring dan mencegah wanprestasi.

Prosedur lainnya yang harus dipenuhi nasabah adalah berusia 21-50 tahun, minimal penghasilan Rp 3 Juta, dan memiliki NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak).

Pihak BRI mengklaim bila seluruh data sudah diserahkan, proses verifikasi hanya akan memakan waktu 30 menit. Bila disetujui, limit kredit dapat digunakan untuk berbelanja di merchant online. Konsep ini sama dengan produk sejenis yang dikeluarkan oleh Kredivo dan Akulaku.

Untuk tahap awal, BRI Ceria sudah dapat digunakan berbelanja di Tokopedia dan pembelian tiket penerbangan di situs Panorama JTB.

Menurut sajian berita Kontan, Direktur Digital, TI, dan Operasi BRI, Indra Utoyo menjelaskan bahwa Ceria adalah paylater dari BRI dengan limit pinjaman maksimal Rp 20 Juta untuk nasabah ultra mikro.

‚ÄúProduk baru Ceria sebentar lagi keluar, paylater-nya BRI yang Rp 20 juta ke bawah untuk ultra mikro.”

Baca Juga: KSEI: Mandala Multifinance akan Terbitkan Obligasi Rp 135 Miliar

Tidak mau kalah untuk bersinergi didunia Fintech dan teknologi, sebelumnya, Bank Permata menjadi lender institusi terbaru dari Kredivo dalam sebuah kerja sama.

Kredivo
MoEngage (doc.)

Bank Permata akan menyalurkan dana pinjaman sebesar Rp 1 Triliun untuk konsumen Kredivo. Angka ini diklaim sebagai penyaluran dana terbesar oleh bank untuk perusahaan fintech di Indonesia.

Kepada DailySocial, CEO Kredivo, Akhsay Garg mengonfirmasi bahwa komitmen yang diberikan kepada Kredivo adalah sebagai lender institusional, bukan sebagai investor.

Sebagai perusahaan dengan produk kartu kredit digital, maka ada dua kantong pendanaan yang mereka terima. Pertama, pendanaan untuk disalurkan kembali (lender institusi). Kedua, pendanaan untuk pengembangan perusahaan.