International Investor Club – Dua anak perusahaan PT Bekasi Asri Pemula Tbk (BAPA), yaitu PT Puri Ayu Lestari (PAL) dan PT PT Karya Graha Cemerlang (KGC), telah menandatangani perjanjian obligasi konversi dengan BAPA.

Pada 30 Desember 2019, PAL menerbitkan surat obligasi konversi dengan nilai nominal sebesar Rp 38,38 Miliar dan KGC menerbitkan sebesar Rp 1,14 Miliar. Kedua surat obligasi konversi dengan tenor lima tahun tersebut dipegang oleh BAPA.

Obligasi - Bond

Dalam keterbukaan informasi, manajemen BAPA menuliskan:

“Penerbitan surat obligasi konversi oleh PAL dan KGC berasal dari konversi utang dan bunga kepada perseroan per tanggal 19 Desember 2019.”

Baca Juga: Tahun Ini, Presiden Jokowi Minta Pasar Modal Bersih dari Manipulator Saham

Dari obligasi konversi ini, PAL dan KGC memperoleh pinjaman dengan nilai maksimum masing-masing sebesar Rp 50 Miliar untuk PAL dan Rp 10 Miliar untuk KGC. Dana tersebut digunakan untuk pembiayaan kebutuhan belanja modal.

Persyaratan dan ketentuan atas surat obligasi konversi tersebut adalah nilai pokok obligasi harus dikonversikan menjadi saham pada tanggal jatuh tempo. Kecuali kalau dilunasi lebih awal melalui pembayaran tunai atau konversi saham dengan pemberitahuan tertulis paling lambat 30 hari sebelum pembayaran atau konversi, dan harus memperoleh persetujuan BAPA. Setiap obligasi dapat dikonversikan menjadi saham dengan nilai nominal Rp 1 Juta per saham.

BRI Finance
Glints (doc.)

Sementara itu, jelang akhir tahun lalu, PT BRI Multifinance (BRI Finance) menerbitkan medium term notes (MTN) dengan nilai pokok sebesar Rp 300 Miliar. Ini merupakan bagian MTN I BRI Finance Tahun 2019.

Direktur PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Syafruddin menjelaskan, surat utang jangka menengah ini memiliki tingkat bunga tetap sebesar 9,25% per tahun.

Dengan tanggal distribusi secara elektronik pada 13 Desember 2019 dan pembayaran bunga pertama 13 Maret 2020.

Baca Juga: Garuda Indonesia Batal Jual Obligasi Rp 12,6 T, Ada Apa Ini?

Dalam sajian berita Kontan, Syafruddin mengatakan dalam keterbukaan informasi KSEI:

“Sedangkan waktu jatuh tempo pada tanggal 13 Desember 2020 dan frekuensi pembayaran bunga tiap triwulan atau tiga bulan.”

Surat utang ini sendiri mempunyai tenor tiga tahun. Adapun yang bertindak sebagai arranger adalah PT Danareksa Sekuritas, sementara PT Bank Negara Indonesia Tbk sebagai agen pemantau.