International Investor Club – Startup marketplace reksa dana Bareksa mengungkapkan, OVO adalah investor tunggal yang masuk dalam putaran Seri B dengan nilai yang dirahasiakan. Putaran ini disebutkan telah ditutup pada akhir tahun lalu.

Dalam sajian berita DailySocial, Co-Founder dan CEO Bareksa Karaniya Dharmasaputra, disela-sela pengumuman kemitraan OVO dan Pegadaian kemarin mengungkapkan:

“Ovo adalah investor tunggal di Bareksa untuk pendanaan Seri B. Putaran ini sudah ditutup pada akhir tahun lalu. Sekarang kita fokus sinergi.”

Baca Juga: Tiga Wahana Investasi Potensial tahun 2020, Sudah Punyakah?

OVO
Tech in Asia (doc.)

Di kesempatan yang sama, Karaniya menegaskan bahwa OBO belum menjadi pemilik mayoritas Bareksa. Pasca aksi korporasi ini, Karaniya didapuk sebagai Presiden Direktur OVO yang diumumkan pada September 2019 lalu.

Sejak beroperasi lima tahun lalu, Bareksa baru melakukan dua kali pendanaan eksternal dan seluruh investor yang masuk adalah perusahaan lokal.

Salah satu sinergi yang akan dilakukan Bareksa bersama OVO adalah menyediakan produk reksa dana ke dalam aplikasi OVO, juga menghadirkan OVO sebagai salah satu opsi pembayaran transaksi reksa dana di aplikasi Bareksa. Karaniya memastikan pengembangan produk ini akan diumumkan dalam waktu dekat.

Di samping itu, Bareksa akan menambah inovasi baru di luar penjualan reksa dana, termasuk penjualan emas online dengan menggaet mitra dan merambah pasar sekunder untuk penjualan ORI. Agen penjualan ORI ini sebagai bentuk dukungan ke pemerintah terhadap kemudahan berinvestasi di pasar modal.

Bareksa
APk Combo (doc.)

Karaniya pun mengatakan:

“Kami juga sedang develop robo advisor dan memperbarui tampilan aplikasi. Harapannya semua akan kami luncurkan secara bersamaan sekitar Maret atau April tahun ini.”

Baca Juga: Pasar SUN dan Obligasi Rupiah Ditutup Positif Karena Hasil Lelang Perdana

Terkait penjualan obligasi korporasi, Karaniya menjelaskan bahwa langkah belum dilaksanakan perusahaan karena mereka harus mendaftar sebagai perusahaan efek non anggota bursa. Sebelumnya, Bareksa mengumumkan kerja sama dengan FIF untuk menjaring investor dari kalangan ritel. Ia pun menambahkan:

“Belum bisa kita lakukan karena regulasinya soal itu masih dibicarakan di OJK dan belum memungkinkan, sehingga kami masih diskusi. Kita harus apply izin baru sebagai perusahaan efek non anggota bursa.”

Diklaim Bareksa mencatat pertumbuhan dana kelolaan hingga 400% sepanjang tahun lalu. Total dana masyarakat yg diinvestasikan di Bareksa sejak 2016 berkisar Rp 5 Triliun.

Sementara, bila dilihat dari AUM per Desember 2019 saja, itu telah mencapai hampir Rp 2 Triliun. Terdapat ratusan produk reksa dana yang disediakan puluhan manajer investasi dijual melalui Bareksa.