International Investor Club – PT Asabri membenarkan terjadinya penurunan pada nilai investasi portofolio saham perusahaan. Namun, manajemen memastikan pembayaran klaim kepada nasabah hingga kini masih berjalan baik.

Dalam sajian berita KataData, Manajemen Asabri menyampaikan dalam keterangan tulisan resmi:

“Sehubungan dengan kondisi pasar modal di Indonesia, terdapat beberapa penurunan nilai investasi Asabri yang sifatnya sementara. Namun demikian, Manajemen Asabri memiliki mitigasi untuk me-recovery penurunan tersebut.”

Baca Juga: Apa Penyebab Suburnya Fintech Ilegal di Indonesia? Ini Jawabannya!

Asabri
Line Today (doc.)

Manajemen mengklaim sudah menerapkan tata kelola perusahaan yang baik atau GCG dan patuh pada peraturan perundang-undangan dalam menjalankan kegiatan usaha. Investasi juga dilakukan dengan mengedepankan kepentingan perusahaan sesuai dengan kondisi yang dihadapi.

Keterangan tertulis yang didapatkan KataData tersebut menyampaikan, “Kami terus berupaya dan bekerja keras semaksimal mungkin dalam rangka memberikan kinerja terbaik kepada seluruh peserta ASABRI dan stakeholders.”

Adapun, kegiatan operasional yang dijalankan oleh dana pensiun Tentara Nasional Indonesia atau TNI dan Polisi Republlik Indonesia atau Polri ini tetap berjalan. Penerimaan premi, proses pelayanan, dan proses pembayaran klaim juga disebut berjalan dengan normal dan baik.

Sementara itu, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoadmodjo mengatakan bahwa pihak akan segera merombak jajaran direksi Asabri terkait anjloknya investasi perusahaan pelat merah tersebut. Perombakan direksi akan segera dilakukan pada tahun ini.

Adapun penyelamatan perusahaan ini menurut dia tak bisa dilakukan dengan mencari investor baru, seperti kasus Jiwasraya. Pasalnya Asabri merupakan asuransi sosial.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 102 Tahun 2015 Tentang Asabri dan ASN di Lingkungan Kemenhan dan Kepolisian, pengawasan eskternal Asabri berada di bawah Kementerian Pertahanan, TNI, Mabes Polri, Kementerian Keuangan, dan BPK.

Kantor
MarketMover (doc.)

Sesuai ketentuan tersebut, pemerintah pusat pemerintah pusat dapat mengambil kebijakan khusus untuk menjamin keberlangsungan program jika Asabri tak dapat memenuhi kewajibannya kepada peserta.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani hanya tersenyum saat dimintai konfirmasi terkait masalah ini.

Baca Juga: Wow! Indeks Obligasi Indonesia (ICBI) Kembali Cetak Rekor Loh

Selain itu, total liabilitas atau utang perusahaan mengalami kenaikan yang signifikan di 2017. Liabilitas perusahaan pun tercatat sebesar Rp 43,61 Triliun atau naik Rp 7,27 Triliun dibanding tahun 2016 yang sebesar Rp 36,34 Triliun, berdasarkan sajian berita Detik.

Mengutip Annual Report Tahun 2017 atau laporan yang dipublikasikan paling terbaru seperti dikutip Detik, Senin (13 Januari 2020), ada beberapa sebab utama yang mendongkrak pertumbuhan liabilitas.

Pihak Asabri mengungkapkan:

“Peningkatan ini terutama disebabkan oleh bertambahnya utang investasi hingga 291,22%, akumulasi iuran pensiun sebesar 24,96%, dan meningkatnya liabilitas pembayaran pensiun sebesar 20,25%.”