International Investor Club – PT Hutama Karya (Persero) siap melunasi utang jatuh tempo dengan kas internal. Perseroan juga berencana menerbitkan obligasi baru untuk membiayai proyek jalan tol Trans Sumatra.

Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Muhammad Fauzan mengatakan bahwa perseroan memiliki utang sebesar Rp 325 Miliar yang akan jatuh tempo pada 28 Juni 2020. Utang tersebut merupakan penerbitan Obligasi I Hutama Karya Tahun 2013 Seri C yang memiliki kupon 9,5%.

Baca Juga: Virus Corona Mengguncang Harga Saham Batu bara, Kok Bisa?

Hutama Karya
Kontan (doc.)

Fauzan mengungkapkan pelunasan obligasi jatuh tempo dengan kas internal tidak akan mengganggu arus kas perseroan. Dia meyakinkan, arus kas perseroan dalam posisi yang solid dan cukup untuk membayar utang jatuh tempo. Dalam sajian berita Bisnis, Fauzan pun berujar:

“Hutama Karya memiliki cash flow yang positif sehingga tidak memiliki kendala.”

Di sisi lain, Hutama Karya juga berencana menerbitkan obligasi baru pada tahun ini untuk membiayai proyek jalan tol Trans Sumatra. Obligasi menjadi sumber pembiayaan alternatif di samping pinjaman perbankan dan penyertaan modal negara (PMN).

Sekedar informasi, Hutama Karya mendapat penugasan untuk menggarap 24 ruas jalan tol Trans Sumatra sepanjang 2.765 kilometer. Mega proyek jalan bebas hambatan ini membutuhkan investasi sedikitnya Rp 476 Triliun dan porsi ekuitas lebih besar dibandingkan dengan pinjaman.

HK
limamenit (doc.)

Dalam penerbitan surat utang, Hutama Karya mendapat penjaminan dari pemerintah sehingga memperoleh peringkat atau idAAA. Rating obligasi itu membuat kupon atau bunga obligasi untuk tenor 10 tahun hampir setara dengan tingkat bunga surat utang yang diterbitkan pemerintah.

Baca Juga: SMF Terbitkan Obligasi Rp 4,46 Triliun, Bersiap!

Sebelumnya, perusahaan plat merah lainnya, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN, berencana melakukan pencatatan efek Obligasi Berkelanjutan III PLN Tahap VI Tahun 2020 dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan III PLN Tahap VI Tahun 2020 dengan nilai total Rp 4,92 Triliun.

Berdasarkan keterbukaan informasi di laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis kemarin (30 Januari 2020), PLN melaporkan Obligasi Berkelanjutan III PLN Tahap VI Tahun 2020 ditawarkan dengan jumlah Rp 4,81 Triliun, sedangkan Sukuk Ijarah Berkelanjutan III PLN Tahap VI Tahun 2020 berjumlah Rp 115,5 Miliar.

Dalam propektus ringkas yang disampaikan, dana dari emisi ini akan digunakan untuk kegiatan investasi pembangkit, jaringan transmisi, dan jaringan distribusi tenaga listrik di Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua.