Minna Padi Update!

International Investor Club – Pasca mendapat perintah dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk membubarkan Reksadana MPAM pada 21 November 2019, PT Minna Padi Aset Manajemen (MPAM) terus berpacu dengan waktu untuk menyelesaikannya.

OJK mengharuskan MPAM untuk melakukan proses pembubaran dan likuidasi paling lama yakni 60 hari sejak perintah ditetapkan.

Kini, proses likuidasi tersebut sudah berada pada tahap audit dan diharapkan selesai pada 18 Februari 2020 berbarengan dengan batas akhir proses pembubaran.

Baca Juga: Pasar Obligasi Indonesia Kita Pilih Wait and See Dulu

Minna Padi Investama

OJK sendiri memerintahkan perusahaan untuk membubarkan enam reksadana kelolaannya, yakni Minna Padi Pringgodani Saham, Minna Padi Pasopati Saham, Minna Pada Amanah Saham Syariah, MinnaPadi Property Plus, Minna Padi Keraton II, dan terakhir Minna Padi Hastinapura Saham.

Direktur MPAM, Budi Wihartanto mengaku cukup kesulitan dalam menjual portofolio efek dengan hasil yang maksimal.

Dalam sajian berita Kontan, Budi memberikan keterangan tertulis dengan mengungkapkan:

“Kondisi pasar yang kurang kondusif dan keterbatasan waktu membuat kami kesulitan. Ini juga yang menyebabkan masih terdapat sebagian portofolio efek yang belum terjual.”

Sesuai dengan arahan yang diberikan OJK terkait pembagian hasil likuidasi, MPAM dapat melakukan pelunasan kepada pemegang unit penyertaan dengan membagikan hasil likuidasi secara proporsional.

Namun untuk pemegang unit penyertaan terafiliasi tidak menerima pelunasan dalam bentuk tunai. Melainkan secara in-kind (bagi efek) berdasarkan kesepakatan dengan pemegang unit.

Baca Juga: OPPO Find X2 Makin Canggih dengan Snapdragon 865 dan Layar Spesial

Selain itu, Budi pun mengungkapkan, “Kami hingga saat ini terus mematuhi aturan dan berkoordinasi dengan regulator dan pihak lainnya. Kami berharap penyelesaian likuidasi ini bisa dilakukan dengan baik-baik guna menjaga industri reksadana agar tetap kondusif.”

Sebelumnya, pada pertengahan Januari lalu, Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menghentikan perdagangan saham dari perusahaan dengan kode emiten PADI ini. Suspensi ini dilakukan karena terjadi penurunan harga kumulatif yang signifikan pada harga saham PADI.

Dalam pengumuman bursa, pihak BEI mengungkapkan:

“Dalam rangka cooling down, BEI memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham Minna Padi Investama Sekuritas (PADI) pada perdagangan tanggal 22 Januari 2020.”