International Investor Club – Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menghentikan sementara perdagangan efek PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE) terhitung sejak sesi I perdagangan efek hari ini. Saham dan obligasi Tiphone Mobile Indonesia seperti TELE, TELE01CCN2, TELE01BCN3, TELE02CN1, dan TELE02CN2 akan dihentikan di seluruh pasar hingga pengumuman lebih lanjut.

Adapun penghentian sementara ini merujuk pada pengumuman PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) No. KSEI-2422/DIR/0220 tanggal 17 Februari 2020, mengenai penundaan pembayaran bunga keempat dan pelunasan pokok atas Obligasi Berkelanjutan II Tiphone tahap I 2019.

Baca Juga: Investasi Askrindo Tumbuh 26% sepanjang 2019, Prospek Bagus

TELE
Tiphone (doc.)

BEI mengungkapkan dalam pengumuman bursa bahwa bursa meminta kepada pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan emiten.

Sekedar informasi, berdasar data KSEI dalam sajian berita Kontan, Obligasi Berkelanjutan II Tiphone tahap I 2019 memiliki jumlah pokok obligasi Rp 53 Miliar. Obligasi ini memiliki tingkat suku bunga 11,5% dan dibayarkan setiap tiga bulan. KSEI mencatat, tanggal jatuh temponya pada 18 Februari 2020.

Sehubungan dengan belum efektifnya dana bunga keempat dan pelunasan pokok Obligasi Berkelanjutan II Tiphone Tahap I Tahun 2019 di rekening KSEI secara penuh sesuai waktu yang telah ditentukan, “bersama ini kami sampaikan bahwa pembayaran bunga dan pelunasan pokok kepada pemegang obligasi yang seharusnya dilaksanakan pada 18 Februari 2020 ditunda,” ungkap KSEI dalam pengumuman.

Baca Juga: Industri P2P Lending Rontok, di Indonesia Bagaimana?

BEI

Menilik emiten lain, sebelumnya, PT Argo Yasa Lestari Tbk (AYLS) resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini. Perusahaan ini telah menjadi emiten ke-12 yang melantai sepanjang 2020 dan emiten ke-678 yang tercatat di BEI.

Dalam Penawaran Umum Perdana atau Initial Public Offering (IPO), AYLS melepas 258,7 juta saham baru yang merupakan Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal Rp 50 per saham. Jumlah ini sama dengan 30,31% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perusahaan setelah penawaran umum.

Adapun harga penawaran umum dalam IPO AYLS adalah Rp 100 per saham. Sehingga, AYLS meraup dana segar hingga Rp 25,8 Miliar.

Bersamaan dengan IPO, AYLS juga menerbitkan sebanyak 206,9 juta waran seri I yang menyertai saham baru perusahaan atau 34,80% dari total jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh.