International Investor Club – Beberapa perusahaan rintisan teknologi finansial (fintech) reksadana melihat potensi bisnis di Indonesia intip kaum milenial

CEO Raiz Invest Indonesia, Melinda N. Wiria mengatakan bahwa perusahaan ingin fokus mencetak lebih banyak investor milenial karena menilai masih banyak dari mereka yang belum sadar pentingnya investasi.

Menurut Melinda, sebelum tahun 2016 jumlah investor reksa dana itu hanya 400.000 nasabah, tetapi semenjak kemunculan fintech, saat ini terjadi peningkatan nasabah hingga 5 kali lipat, yaitu 2 juta orang.

Baca Juga: BTN Targetkan Millenial di Indonesia Properti EXPO 2020

Reksadana

Dalam sajian berita Bisnis, Melinda mengungkapkan:

“Angka ini memperlihatkan prospek yang besar, pemanfaatan teknologi ini mampu memperluas basis investor, karena selama ini kesulitan dari pasar modal adalah menjangkau lebih banyak lagi orang untuk ikut berinvestasi di pasar modal.”

Agen penjual reksadana berbasis digital yang menawarkan investasi reksadana mulai dari Rp 10.000 ini mengatakan saat ini pihaknya fokus bergerak dalam melakukan edukasi agar makin banyak nasabah yang memahami instrumen investasi tersebut, khususnya millennial.

“Kami menyasar orang-orang yang tidak dilirik oleh pasar reksa dana, misi kami untuk memberdayakan orang agar lebih percaya diri berpartisipasi di dalam pasar modal. Kami membuat nilai investasi minimumnya itu hanya 10.000, sebagai langkah mendemokratisasi investasi agar dapat menyasar tiap lapisan masyarakat,” ujarnya.

Senada dengan pendapat tersebut, Co-founder dan Director Business Development Tanamduit, Muhammad Hanif mengatakan bahwa dalam menggarap bisnis ini, tantangan utama bukan terletak untuk mencapai target, melainkan edukasi ke masyarakat.

Baca Juga: Saham dan Obligasi Tiphone Mobile (TELE) Disuspensi, Kenapa?

Reksadana

Menurut Hanif, “Terpenting adalah edukasi kepada masyarakat agar melek dan ada interaksinya, adapun bila orang buka rekening, tidak semua beli reksadana. Kami paham potensinya begitu besar, tetapi sekali lagi yang terpenting adalah agar masyarakat melek untuk memahami instrument investasi.”

Strategi yang dipilih oleh Tanamduit menurut Hanif, ialah lewat pendekatan online dan luring. Ia pun mengungkapkan:

“Itu bukan pekerjaan yang mudah dan membutuhkan waktu agar orang memahami pentingnya berinvestasi.”

Sekedar informasi, Adapun dana kelolaan reksadana yang sudah berhasil terhimpun lewat Tanamduit senilai Rp 220 Miliar. Dari jumlah itu, 23% merupakan dana kelolaan reksadana syariah.