International Investor Club – EVP Consumer Loan Bank Mandiri, Ignatius Susatyo mengungkapkan bahwa mengajukan KPR melalui aplikasi e-commerce bisa lebih cepat prosesnya dibandingkan konvensional.

Menurut dia, hal ini karena bank dan aplikasi menggunakan data pendahuluan. Dalam sajian berita Detik, Ignatius mengungkapkan:

“Jadi prosesnya akan lebih cepat, karena kami punya data pendahuluan. Misalnya data online transaksi rekening Mandiri mereka, jadi kita lihat dulu transaksi pra kredit mereka.”

Baca Juga: Ciputra Development Akan Berfokus pada Properti Menengah ke Bawah

Properti

Data pra kredit ini memungkinkan bank bisa memproses tanpa harus bertemu dengan orangnya. Karena sudah ada ‘bekal’ yang dimiliki oleh nasabah.

Ignatius menambahkan, “Pre approval atau pra kredit tanpa harus bertemu, begitu oke, proses bisa lebih cepat lah kalau yang biasa 4 hari, ini bisa 2 atau 1 hari diinformasikan [hasilnya].”

Bank Mandiri sebelumnya meluncurkan layanan untuk memudahkan masyarakat dalam memiliki rumah. Caranya dengan bersinergi dengan platform e-commerce BukaLapak untuk mendorong ekspansi produk KPR secara online melalui menu BukaRumah, serta dengan startup properti Pinhome.id dalam penyediaan dan pemasaran properti secara digital.

Dengan menu BukaRumah, Bank Mandiri nantinya akan menawarkan stok properti di seluruh Indonesia yang berasal dari developer rekanan kepada pengguna Bukalapak.

Secara periodik, stok ini akan diperbarui oleh Pinhome.id dengan menambah daftar properti yang ditawarkan agar dapat memberikan variasi produk sesuai kebutuhan masyarakat.

Baca Juga: BI Intervensi Pasar Obligasi dan DNDF karena Rupiah Hampir Capai Rp 14.000 per USD

Saat ini, proses pengembangan menu BukaRumah di platform Bukalapak ini telah berada pada tahap finalisasi dan akan dapat dinikmati secara luas pada Q2 2020.

Melalui kerja sama ini, kami ingin menciptakan pengalaman baru bertransaksi properti. Cukup dengan menggerakkan jari pada dawai yang dimiliki, masyarakat dapat memiliki aset properti yang dibutuhkan. Apalagi kami juga memiliki program-program promo yang menarik pada kerjasama ini.

Selain itu, diberitakan oleh Detik, para pengembang perumahan yang tergabung dalam Real Estat Indonesia (REI) DKI Jakarta menyebut saat ini pengembang sebagian besar menggunakan modal dari perbankan. Padahal, banyak alternatif pendanaan untuk proyek pembangunan, salah satunya pasar modal.

Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) REI DKI Jakarta, Arvin Iskandar menjelaskan bahwa seiring dengan peningkatan aktivitas pembangunan, dibutuhkan opsi pendanaan lain seperti di pasar modal.

Dia menjelaskan pasar modal merupakan sumber yang belum dimanfaatkan secara optimal oleh perusahaan pengembang anggota REI DKI Jakarta.