International Investor Club – Untuk mendukung penyaluran pembiayaan, PT Mandiri Tunas Finance (MTF) membutuhkan pendanaan senilai Rp 14 Triliun. Salah satu opsi untuk memenuhi kebutuhan pendanaan tersebut ialah dengan menerbitkan obligasi.

Bila tidak ada halangan, Direktur Keuangan PT Mandiri Tunas Finance, Armendra menyatakan bahwa perusahaan akan merilis obligasi pada Juni 2020, kendati pasar modal saat ini tengah dijauhi investor akibat sentimen virus corona 2019.

Baca Juga: Suku Bunga Fed Turun, Obligasi Semakin Bersinar

MTF
Kontan (doc.)

Dalam sajian berita Kontan, Armendra mengungkapkan:

“MTF akan tetap menerbitkan obligasi karena memiliki rating bagus yakni AA. Memang kepastian kita membayar kupon dan membayar obligasi itu tidak pernah wanprestasi. Kedua, obligasi merupakan sumber pendanaan yang cukup efektif.”

Ia melihat pasar obligasi di Indonesia masih menarik. Ia menyebut obligasi berkelanjutan V ini sudah didaftarkan ke Otoritas Jasa Keuangan sejak November 2019 lalu. Saat ini Armendra menyebut tengah mempersiapkan proses administrasi.

“Sebenarnya kami buka obligasi berkelanjutan ini Rp 5 Triliun. Namun kebutuhan di tahun ini dari obligasi cuma Rp 1 Triliun hingga Rp 1,5 Triliun. Tahun depan akan kita lihat lagi permintaannya seperti apa,” tambah Armendra.

Adapun target pembiayaan baru yang hendak dicapai oleh MTF sepanjang 2020 tumbuh 6%. Sedangkan sepanjang tahun 2019, MTF telah menyalurkan pembiayaan baru sebesar Rp 28,8 Triliun atau naik 6,63% dibandingkan pembiayaan baru tahun 2018 sebesar Rp26,9 Triliun.

Baca Juga: OJK Cabut Izin Usaha Asuransi AXA Indonesia, Kenapa?

Santri News (doc.)

Sebelumnya, perusahaan masih mencacatkan kinerja positif saat penjualan industri otomotif tertekan. Sekedar informasi, anak usaha dari PT Bank Mandiri kini memang fokus menjalankan penyaluran pembiayaan kendaraan bermotor.

Direktur Utama MTF, Arya Suprihadi menyatakan bahwa tahun 2019, MTF berhasil mencatatkan perolehan pendapatan sebesar Rp 3,44 Triliun, naik 10,3% dibandingkan pendapatan tahun 2018 sebesar Rp 3,12 Triliun.

Dilihat dari segmennya, pendapatan tersebut terdiri atas 80,01% segmen retail dan 19,9% segmen fleet (korporasi). Dalam sajian berita Kontan, Arya mengungkapkan:

“Perusahaan juga mencatatkan laba bersih sebesar Rp 445,4 Miliar atau naik 10,4% dibandingkan periode yang sama tahun 2018. Sementara aset tumbuh 4,68% dibandingkan periode yang sama tahun 2018, yakni mencapai Rp 18,3 Triliun per 31 Desember 2019 dibandingkan periode sebelumnya sebesar Rp17,5 Triliun.”