International Investor Club – Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI), menilai bahwa prospek properti di DKI Jakarta masih akan terus tumbuh meski Ibu Kota Negara akan dipindah ke Provinsi Kalimantan Timur.

Wakil Ketua Umum DPP REI, Hari Gani menyatakan bahwa pihaknya telah menggelar pertemuan dengan Bappeda DKI terkait dengan masa depan Jakarta setelah ibu kota dipindahkan dalam beberapa tahun ke depan.

Baca Juga: Upaya Stabilisasi Pasar Uang, Menkeu: Bisa Buyback Obligasi Negara

Jakarta

Dari segi properti, Gani menilai bahwa prospek pengembangan properti DKI Jakarta tak akan tergantikan mengingat 70 persen bisnis properti berada di Jakarta dan sekitarnya.

Dalam sajian berita Binis, Gani mengungkapkan:

“Jakarta itu terlalu besar dan tak bisa digantikan dengan mudah dalam tempo puluhan tahun meskipun ibu kota dipindah.”

Menurut Gani, Jakarta akan terus berkembang karena telah memiliki semua aspek penunjang yang lengkap seperti adanya pelabuhan, bandara, pusat perbelanjaan, hingga kegiatan MICE.

Lagi pula, imbuh dia, Pemda DKI juga saat ini tengah melakukan sejumlah perbaikan infrastruktur dan masalah lainnya melalui konsep urban regeneration dengan anggaran senilai Rp 571 Rriliun untuk 10 tahun ke depan pasca-status ibu kota pindah.

“Dengan begitu, properti akan terus berkembang di sini, malah tinggal bagaimana Jakarta ini dengan pindahnya fungsi pemerintahan itu ada sedikit napas karena menata Jakarta akan lebih gampang,” ujar dia.

Hari juga mengaku bahwa Jakarta bisa mencontoh kota lain seperti Kuala Lumpur, Malaysia dan Melbourne, Australia, yang tak jadi lebih buruk setelah status ibu kota masing-masing negara dipindahkan.

Baca Juga: Bank BJB Tawarkan Obligasi Senilai Rp 500 Miliar, Ambil Gak?

Properti

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum DPP REI Bidang Luar Negeri, Rusmin Lawin mengatakan bahwa ada ketertarikan pengembang Jepang masuk ke Indonesia saat dirinya mengikuti Federasi Real Estat Dunia (The International Real Estate Federation/FIABCI) di Tokyo, Jepang.

Dalam acara itu, Rusmin mengaku ada salah satu pengembang besar Jepang yang berminat untuk menanamkan modalnya di sektor properti di Tanah Air. Dalam sajian berita Bisnis, Rusmin mengungkapkan:

“Untuk nama perusahaan belum bisa disebut. Tapi mereka baru mau masuk [ke Indonesia] dan incar residential landed project di Botabek.”

Rusmin mengatakan bahwa animo pengembang Jepang yang ingin masuk ke pasar properti di Indonesia terbilang masih baik. Terlebih, kata Rusmin, di mata pengembang Jepang, Indonesia merupakan negara yang berstatus pasar berkembang (emerging market).

Dia menyatakan bahwa calon investor Jepang itu melihat bahwa Indonesia, Filipina dan Vietnam tetap menarik untuk dijadikan lahan di sektor ini.