Proyek Infrastruktur Kementerian PUPR

International Investor Club – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggelar penjajakan minat pasar atau market sounding kepada para calon investor untuk lima proyek infrastruktur sekaligus.

Kepala Badan Koordinasi Penamaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa penjajakan minat pasar kepada investor diharapkan dapat meningkatkan infrastruktur Indonesia di tengah kondisi ekonomi yang lesu.

Kelima proyek yang ditawarkan adalah teknologi transaksi pembayaran tol nirsentuh atau Multi Lane Free Flow (MLFF), Tol Layang Cikunir-Karawaci, Tol Kamal-Teluk Naga-Rajeg, dan Tol Bogor-Serpong via Parung, dan Jalan Nasional Lintas Nasional Timur Sumatera di Provinsi Riau.

Baca Juga: Bisnis Properti di Jakarta Masih Prospektif Meski Ibu Kota akan Pindah

Market Sounding Infrastruktur
Harian Property (doc.)

Menurut Bahlil Lahadalia, penjajakan minat pasar kepada investor diharapkan dapat meningkatkan infrastruktur Indonesia di tengah kondisi ekonomi yang lesu.

Dalam sajian berita Bisnis, di Kementerian PUPR, Bahlil mengungkapkan:

“Saya harapkan saat ekonomi kita lesu, infrastruktur ini yang harus dikedepankan. Karena, salah satu dari investasi tertinggi (Indonesia) adalah infrastruktur.”

Sementara itu, Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR, Eko Djoeli Heripoerwanto menyebutkan, total investasi yang ditawarkan sekitar Rp 62 Triliun.

Rinciannya, implementasi teknologi transaksi pembayaran tol nirsentuh MLFF membutuhkan investasi Rp 2,923 Triliun untuk trase sepanjang 1.713 kilometer.

Kemudian, Jalan Tol Layang Cikunir- Karawaci senilai Rp 26,15 Triliun, preservasi Jalan Nasional Lintas Nasional Timur Sumatera di Provinsi Riau Rp 585,3 Miliar. Adapun Jalan Tol Kamal-Teluk Naga-Rajeg dengan nilai Rp 23,16 Triliun, dan Jalan Tol Bogor-Serpong via Parung Rp 9,077 Triliun.

Baca Juga: FIF akan Kembali Menerbitkan Obligasi, Tertarik Gak?

Bandara International Minangkabau
Detik (doc.)

Disisi lain, PT Waskita Karya (Persero) Tbk menjadi kontraktor pelaksana pembangunan Bandara Internasional Minangkabau di Padang, Sumatera Barat.

Pembangunan Bandara Internasional Minangkabau ini dimulai pada tanggal 17 September 2018 dengan 2 tahapan pekerjaan. Tahap 1 adalah pembangunan gedung terminal baru dan tahap 2 adalah renovasi gedung terminal eksisting.

Mulai Selasa kemarin (10 Maret), sebagian gedung terminal baru akan difungsikan secara minimum sebagai terminal kedatangan domestik.

Lingkup pekerjaan perseroan untuk proyek ini mulai dari pekerjaan pondasi, pekerjaan struktur atas, dan pekerjaan arsitektur.

Kemudian, pekerjaan mekanikal, pekerjaan elektrikal, pekerjaan elektronika, pekerjaan interior dan signage, serta pekerjaan renovasi bangunan terminal eksisting.