Properti dan Corona

International Investor Club – Dunia tengah digunjang oleh penyebaran wabah Virus Corona Disease 19 (Covid-19) yang penyebarannya sangat cepat antar manusia dan hingga saat ini tidak ada negara yang kebal terhadap pandemi ini.

Virus yang muncul pertama kali dari Kota Wuhan, Cina, ini juga tentunya berdampak pada sektor properti nasional terlebih dengan berbagai kebijakan yang berbeda-beda di setiap wilayah mulai lockdown hingga pembatasan interaksi antar manusia.

Baca Juga: Investasi Properti Patungan? Bisa Kok!

Properti Berkembang Pesat 2020

Menurut Daniel Djumali, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi), dampak Covid-19 ke sektor properti hingga saat ini belum terlalu besar khususnya untuk segmen menengah bawah maupun kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Dalam sajian berita Rumah.com, Daniel mengungkapkan:

“Kontraksi pasti ada, tapi kami melihat sektor properti ini merupakan sektor riil dan nyata yang menyentuh langsung ke pasar dengan kalangan MBR hingga menengah yang menjadi penopang karena besarnya kebutuhan kalangan ini akan hunian. Ada atau tidak adanya virus orang akan tetap cari hunian, hanya pada situasi ini menjadi lebih berhati-hati.”

Kontraksi yang lebih berat akan dirasakan untuk sektor lain seperti perumahan komersial dan perhotelan khususnya terkait himbauan untuk mengurangi aktivitas di luar dan bersama orang banyak. Dengan kemajuan teknologi ada lebih banyak cara untuk mendapatkan informasi terkait produk properti tanpa harus berinteraksi dengan orang lain.

Baca Juga: Waskita Karya Siapkan Dana untuk Dua Obligasi yang Jatuh Tempo

Properti

Menurut Paulus Totok Lusida, Ketua Umum Real Estat Indonesia (REI), dampak Covid-19 untuk sektor properti bisa ringan hingga besar seperti ambruknya perekonomian nasional bila tidak ditangani dengan baik khususnya oleh pemerintah. Karena itu pemerintah harus bisa memastikan penanganan terhadap kasus ini sudah sesuai prosedur dan tidak ada penanganan yang simpang siur yang hanya membuat pasar resah dan panik.

Ia pun mengatakan, “Antisipasi sangat penting karena masalah virus ini kita tidak tahu seberapa lama dan seberapa besar efeknya khususnya untuk perekonomian. Kita berharap tidak sampai terjadi lockdown karena itu antisipasi maupun keputusan pemerintah harus yang terbaik karena kita pelaku usaha pasti akan mengikuti keputusan pemerintah itu.”