International Investor Club – Setelah mengantongi izin pendaftaran dari Bappebti, ada beberapa target yang ingin dicapai Indodax sebagai platform aset crypto. Salah satunya adalah dengan melantai di bursa efek (IPO). Di awal tahun, perusahaan mengungkapkan akan berencana IPO tahun ini.

Disinggung kapan timeline yang pasti proses IPO dilancarkan, kepada DailySocial, CEO Indodax Oscar Darmawan enggan menyebutkan lebih lanjut. Sejauh ini baru Cashlez sebagai startup yang segera merealisasikan rencana IPO-nya tahun ini.

Baca Juga: Fintech Pembiayaan Umrah dan Wisata Lesu Karena Corona

Indodax dan Rencana IPO-nya

Indodax
Bisnis (doc.)

Dalam sajian berita dailySocial, Oscar mengungkapkan:

“Kita belum bisa memberikan komentar masalah itu. Didoakan saja semoga semuanya lancar dan sesuai rencana.”

Dalam perjalanannya sepanjang tahun ini, Indodax telah menunjuk Yos Ginting sebagai Komisaris baru perusahaan untuk membantu menjalankan good governance. Yos sebelumnya lama berkiprah di dunia industri, khususnya bersama Sampoerna.

Tahun ini, Indodax menargetkan bisa merangkul lebih dari 2 juta anggota dan membuat anggota yang sudah terdaftar juga lebih aktif bertransaksi, agar Indonesia menjadi salah satu negara strategis di bidang blockchain dan aset crypto di dunia.

Perusahaan juga ingin memperkenalkan platform Indodax sebagai platform investasi digital bagi masyarakat Indonesia. Tujuan tersebut sejalan dengan misi pemerintah yang ingin meningkatkan literasi keuangan digital.

Makin masifnya penyebaran virus COVID-19 secara global memberikan pengaruh kepada penurunan harga aset crypto. Hal ini terjadi karena tren beberapa crypto trader menjual aset digitalnya menjadi uang tunai, karena beberapa kebutuhan selama karantina ini, termasuk untuk keperluan usaha. Supply yang beredar di pasar naik secara tiba-tiba yang menekan harga menjadi menurun.

Baca Juga: Kecilin, Aplikasi Lokal Penghemat Kuota Internet, Serbu Guys!

IPO dalam Bayang-Bayang Corona(COVID-19)

IPO
IDX Channel (doc.)

Meski demikian, dalam beberapa hari terakhir terlihat pasar crypto kembali bangkit cukup cepat. Misalnya harga Bitcoin yang kembali di atas $5000 per 1 BTC.

Oscar mengklaim aset crypto masih menjadi aset yang menarik diperdagangkan pada saat penyebaran COVID-19. Ia pun mengatakan:

“Jadi, kebijakan pemerintah sehubungan corona tidak berdampak langsung dengan bitcoin dan aset crypto lain. Yang membuat harga turun hanya aksi jual sekelompok trader aset crypto menjual Bitcoin menjadi [uang] tunai tetapi demand yang muncul karena kekhawatiran masyarakat akan corona ini juga menciptakan demand baru yang membuat harga crypto cukup menguat kembali.”

Harga Bitcoin disebut relatif lebih kuat bertahan dibandingkan produk investasi lainnya, seperti saham yang terus berguguran selama sebulan terakhir ini.