Apartemen

International Investor Club – Pengembangan ke atas atau hunian vertikal menjadi solusi untuk memaksimalkan lahan di perkotaan yang semakin mahal.

Masyarakat mau tak mau harus mulai terbiasa dengan pola hidup vertikal tersebut bila ingin lebih efisien untuk aktivitasnya dibandingkan harus menempuh perjalanan jauh dari rumah di pinggiran kota ke tempat kerja di pusat kota.

Tentunya ada banyak perbedaan terkait pola hidup maupun lifestyle antara rumah tapak biasa dengan hunian vertikal atau kompleks apartemen. Sebuah hunian apartemen memiliki banyak fasilitas maupun fungsi-fungsi kawasan yang digunakan bersama. Prinsipnya, sebuah kompleks apartemen dari sisi populasinya tidak berbeda dengan sebuah kawasan RT-RW yang padat.

Baca Juga: Logitech G Perpanjang Kontrak Kerja Sama dengan McLaren

Apartemen dan Biaya Pengelolaannya

Apartemen
Sindonews (doc.)

Dalam sajian berita Rumah.com dijabarkan, banyak diantara kita yang belum terbiasa dengan berbagai aturan untuk berhunian di apartemen. Hal lainnya lagi, karena banyak sarana maupun perangkat yang harus dirawat di kawasan maupun gedung apartemen, biaya iuran pengelolaan lingkungan (IPL) di apartemen menjadi lebih mahal dibandingkan rumah tapak.

Olivia Surodjo, Direktur PT Metropolitan Land Tbk mengungkapkan dalam sajian berita Rumah.com:

“Di apartemen itu sangat banyak yang harus dikelola makanya susah kalau IPL mau dibuat murah seperti di kompleks rumah tapak. Kalau unitnya banyak tentu share cost-nya lebih banyak sehingga bisa lebih murah, tapi unit banyak artinya akan lebih banyak lagi yang harus dikelola dan itu pasti lebih mahal”

Seluruh fasilitas di kompleks hunian ini harus dipastikan terawat seperti lift, mekanikal elektrikal, sprinkle, hingga sarana lain seperti taman, kolam renang, sarana ibadah, dan sebagainya.

Semakin banyak fasilitas akan berimbas langsung pada biaya pengelolaan. Belum tenaga untuk keamanan, cleaning service, dan pekerja lain yang harus bekerja secara harian agar seluruh kawasan tetap aman dan nyaman.

Baca Juga: BKPM: Tren Realisasi Investasi Properti Tumbuh

Berbeda dengan Rumah Tapak

Adhi commuter properti

Seluruh pengelolaan itu juga nantinya akan ditentukan oleh penghuni melalui pengurus atau building management yang ditunjuk.

Theresia Rustandi, Corporate Secretary PT Intiland Development Tbk menambahkan bahwa ada formula hitungan rigid yang tidak bisa dikompromikan untuk memastikan pengelolaan teknis khususnya terkait lift maupun sistem keamanan gedung yang harus dipatuhi dan tidak bisa ditawar.

Kepada Rumah.com, Theresia mengungkapkan:

“Bisa dibilang tidak mungkin segmen apartemen menengah misalnya, kemudian dikelola ala kadarnya seperti pengelolaan rumah susun kalangan menengah bawah. Pasti jadi kacau seperti rumah-rumah susun yang dikembangkan pemerintah itu, semuanya berat karena perawatannya memang mahal sementara penghuninya segmen bawah. Pengelolaan ini harus disadari dari awal untuk semua calon penghuni, bahwa ada biaya yang mengikuti dan harus dibayar rutin kalau kita mau tinggal di apartemen yang aman dan nyaman.”