International Investor Club – PT Kimia Farma Tbk (KAEF) mencatatkan kinerja yang kurang menggembirakan. Perusahaan farmasi pelat merah ini mengalami kerugian hampir Rp 13 Miliar atau Rp 12,72 Miliar di 2019, jauh dari keuntungan yang berhasil dikantongi di periode yang sama tahun sebelumnya yang senilai Rp 491,56 Miliar.

Padahal berdasarkan laporan keuangan tahunan yang dirilis perusahaan, pada hari Jumat kemarin (27 Maret), pendapatan perusahaan naik 11,12% secara year on year (YoY) menjadi Rp 9,40 Triliun dari sebelumnya senilai Rp 8,45 Triliun.

Baca Juga: BI: Kepanikan Global Mereda, IHSG dan Rupiah Pulih

KAEF Malah Merugi

KAEF
Tempo (doc.)

Namun sayangnya, kenaikan pendapatan ini juga membuat beban pokok penjualan perusahaan naik menjadi Rp 5,89 Triliun dari Rp 5,09 Triliun.

Selain itu, dalam sajian berita CNBC Indonesia dijabarkan, beban usaha juga naik menjadi Rp 3,21 Triliun dari sebelumnya Rp 2,59 Triliun. Beban bunga juga naik signifikan menjadi Rp 497,96 Miliar dari Rp 227,21 Miliar, utamanya karena kenaikan dari beban bunga dan provisi bank yang naiknya hampir dua kali lipat.

Kerugian dari selisih kurs mata uang asing pada periode tersebut juga meningkat menjadi Rp 5,05 Miliar dari sebelumnya senilai Rp 2,58 Miliar.

Adapun nilai aset lancar perusahaan di akhir tahun lalu tercatat senilai Rp 18,35 Triliun, naik dari Rp 11,32 Triliun. Terdiri dari aset lancar senilai Rp 7,34 Triliun dan aset tak lancar senilai Rp 11 Triliun.

Liabilitas mengalami peningkatan menjadi Rp 10,93 Triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp 7,18 Triliun. Liabilitas jangka pendek dan jangka panjang masing-masing naik menjadi Rp 7,39 Triliun dan Rp 3,54 Triliun.

Baca Juga: Saham STTP Menguat Tajam saat IHSG Terpuruk, Kok Bisa?

Sentimen Seputaran Kalbe dan IHSG

IHSG

Nilai ekuitas total di akhir periode 2019 mencapai senilai Rp 7,41 Triliun, bertambah dari Rp 4,14 Triliun, sehingga total liabilitas dan ekuitas KAEF sampai akhir tahun lalu mencapai Rp 18,35 Triliun yang naik dari Rp 11,32 Triliun.

Pada perdagangan Jumat ini jelang penutupan sesi I, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melesat melanjutkan kenaikan impresif kemarin. Pemicu penguatan IHSG masih sama, rally bursa saham AS (Wall Street) akibat stimulus fiskal jumbo senilai $ 2 Triliun yang sebentar lagi akan akan dikucurkan.

Saham KAEF pun masuk saham yang cukup mendorong penguatan IHSG dalam kemarin dan hari ini. Kemarin saham KAEF kena auto reject atas (ARA) karena menguat 25%. Pada pukul 11.50 WIB, saham KAEF lagi-lagi melesat 25% di level Rp 1.625/saham. Sepekan terakhir saham KAEF meroket 171% dan sebulan terakhir melonjak 152%.