International Investor Club – Pemerintah berencana menerbitkan surat utang (obligasi) khusus untuk membantu sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang terdampak penyebaran virus corona. Dengan demikian, sektor itu diharapkan bisa bertahan ke depannya.

Dalam sajian berita CNN Indonesia, Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam video conference mengungkapkan:

“Kami, pemerintah akan menerbitkan obligasi yang akan diberikan bagi nasabah UMKM.”

Baca Juga: Utang Jatuh Tempo Swasta Indonesia Diproyeksi Mencapai $4 Miliar

Obligasi untuk UMKM

Obligasi UMKM
Koinworks (doc.)

Sri Mulyani mengatakan bahwa UMKM perlu menjadi perhatian pemerintah karena sektor itu memiliki kontribusi 60% terhadap produk domestik bruto (PDB) negara, dan Pemerintah menilai kontribusi tersebut cukup besar.

Selain itu, UMKM juga menyerap tenaga kerja hingga 97% dari total angkatan kerja. Selain obligasi, agar mereka bisa terbantu, UMKM juga diberikan kemudahan dalam melunasi kreditnya di perbankan dan lembaga keuangan lainnya.

Hal tersebut diatur Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam POJK No. 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional sebagai Kebijakan Countercyclical. Sri Mulyani mengatakan:

“Kami dapat memberikan likuiditas atau working capital yang mengalami kesulitan pembiayaan rutin terutama gaji agar pemutusan hubungan kerja (PHK) bisa dicegah.”

Sebelumnya, Sri Mulyani mengungkapkan pemerintah akan menerbitkan surat utang khusus bertajuk pandemic bond untuk menekan dampak dari penyebaran virus corona. Nantinya, surat utang itu bisa dibeli langsung oleh Bank Indonesia (BI) di pasar primer.

Baca Juga: Bank Mandiri Akan Terbitkan Obligasi Bertahap, Minat Gak?

Perhatian Pemerintah

Pemerintah
Dictio ID (doc.)

Namun, pemerintah sedang mengkaji aturannya secara hati-hati. Sebab, jika dalam keadaan normal, BI tak diperbolehkan menyerap surat utang yang diterbitkan pemerintah di pasar primer. Bank sentral hanya bisa membelinya di pasar sekunder.

Dalam sajian CNN Indonesia, Sri Mulyani mengungkapkan:

“Pertama, ada klausal khusus dilakukan pembiayaan melalui Bank Indonesia, yang bisa beli bond secara langsung. Ini sedang diatur luar biasa hati-hati antara kami dan BI.”

Ia mengungkap bahwa pandemic bond dibuat untuk mengantisipasi apabila pasar bergerak volatile, sehingga menyebabkan harga yang tidak rasional. Dana dari penerbitan itu nantinya akan digunakan pemerintah untuk menangani virus corona di dalam negeri.