International Investor Club – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) merelokasi anggaran kementerian mencapai Rp 24,53 Triliun untuk percepatan penanganan Covid-19.

Hal ini juga merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden No. 4 Tahun 2020 tentang refocusing kegiatan, relokasi anggaran pengadaan barang dan jasa, dalam rangka percepatan penanganan Covid-19.

Kementerian PUPR pada tahun 2020 ini dialokasikan anggaran sebesar Rp 120 Triliun. Dengan relokasi anggaran sebesar Rp 24,53 Triliun ini disebut tidak akan mengurangi beberapa pos seperti alokasi pinjaman dan hibah luar negeri (PHLN), rupiah murni pendamping, badan layanan umum (BLU), kegiatan prioritas seperti infrasrtuktur untuk kawasan strategis, dan beberapa kegiatan lainnya.

Baca Juga: Properin, Platform Crowdfunding Investasi Properti, Modal Minim Guys!

PUPR dan Anggaran Covid-19

PUPR
IDX Channel (doc.)

Dalam sajian berita Rumah.com, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengungkapkan:

“Relokasi anggaran ini sumbernya dari penghematan alokasi perjalanan dinas dan paket meeting sebesar 50 persen dan dari sisa anggaran yang belum terserap pada tahun 2020. Beberapa diantaranya seperti pembatalan paket-paket kontraktual yang belum lelang, paket kegiatan tahun jamak, mengubah paket-paket single year menjadi paket multi year, mengoptimalkan paket-paket kontraktual dengan nilai kurang dari Rp 100 Miliar, menunda kegiatan non fisik seperti feasibility study, dan sebagainya.”

Beberapa kegiatan yang akan dilakukan untuk penanganan Covid-19 dari refocusing anggaran Kementerian PUPR yaitu seperti pembangunan pekerjaan yang sifatnya mendesak.

Antara lain pembangunan fasilitas penampungan/observasi/karantina di Pulau Gallang, Kota Batam sebesar Rp 400 Miliar, elain renovasi RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran dengan anggaran Rp 160 Miliar.

Ada juga penambahan 4.000 lokasi program padat karya di bidang irigasi yaitu percepatan program peningkatan tata guna irigasi dari 6.000 lokasi menjadi 10.000 lokasi.

Fokus alokasi baru ini juga dikerjakan untuk program subsidi perumahan dan bantuan uang muka dengan alokasi Rp 1,5 Triliun untuk 175 ribu unit rumah.

Penanganan Covid-19

covid-19 aka corona
BBC (doc.)

Percepatan penanganan Covid-19 juga dilakukan melalui refocusing dan program padat karya lain seperti infratsuktur berbasis masyarakat (IBM).

Beberapa yang akan dikerjakan, yaitu pengembangan program padat karya tunai, pengembangan infrastruktur sosial ekonomi wilayah, penataan kota tanpa kumuh, pembangunan tempat pengelolaan sampah reduce, reuse, recycle (3R), penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat, pembangunan dan peningkatan kualitas rumah swadaya, dan sebagainya.

Dalam sajian berita Rumah.com pun, Menteri Basuki mengatakan:

“Dengan relokasi dan belanja infratruktur yang lebih terarah dan menyasar langsung untuk menggerakan sektor riil, khususnya yang paling terdampak dengan wabah ini, harapannya setiap daerah akan bisa mempertahankan daya beli masyarakat. Refocusing anggaran ini juga diharapkan bisa mengurangi pengangguran di tengah ketidakpastian ekonomi akibat pandemi Covid-19.”