International Investor Club – Investor kawakan sekaligus miliarder Warren Buffett menyatakan, perusahaan miliknya, yakni Berkshire Hathaway sudah melepas seluruh saham maskapai penerbangan AS yang selama ini dikantonginya. Ini termasuk saham di United Airlines, American Airlines, Southwest, dan Delta Airlines.

Dalam sajian berita Kompas dijabarkan, pada rapat pemegang saham tahunan Berkshire Hathaway, Buffett mengungkapkan:

“Dunia telah berubah bagi maskapai penerbangan. Saya tidak tahu bagaimana ini bisa berubah dan saya berharap (maskapai) dapat mengoreksi diri dengan cara yang masuk akal.”

Baca Juga: Pengusaha Khawatirkan Kepercayaan Investor Meski Investasi Industri Naik

Pandangan Warren Buffett

Warren Buffett
Observer (doc.)

Ia pun menambahkan, “Saya tidak tahu apakah warga AS telah mengubah kebiasaan mereka atau akan mengubah kebiasaan karena perpanjangan periode (virus corona).”

Pada Desember 2019 lalu, nilai kepemilikan saham Buffett di empat maskapai tersebut mencapai 4 miliar dollar AS.

Menurut Buffett, ada beberapa industri yang sangat terpengaruh oleh virus corona dan kebijakan lockdown. Salah satunya adalah industri penerbangan yang sangat terpukul. Permintaan transportasi udara anjlok sejak Maret 2020 akibat merebaknya virus corona.

Ketika dikonfirmasi apakah Buffett sudah menjual seluruh saham maskapai yang dimilikinya, ia tidak menampik dan mengatakan, “Ya (sudah menjual).”

Dalam sajian berita Kompas, Buffett pun mengatakan:

“Ketika kami menjual sesuatu, sangat sering kami akan menjual seluruh saham yang kami miliki. Kami tidak memangkas posisi. Kami akan menjualnya hingga 90 persen atau 80 persen.”

Baca Juga: Saham BUMN Diprediksi Sulit untuk Segera Pulih Ditengah Pandemi

Kepemilikan Berkshire Hathaway

Reinsurance News (doc.)

Maskapai-maskapai penerbangan AS membukukan laba selama 10 tahun berturut-turut pada tahun 2019. Capaian laba pada tahun 2020 pun telah diyakini dapat diraih.

Namun, kemudian virus corona mewabah dan kondisi terburuk tidak terelakkan. Keempat maskapai yang sahamnya dilepas oleh Buffett susah payah menghemat biaya, memangkas rute penerbangan, memarkir ratusan pesawat, dan meminta pegawai mengambil cuti di luar gaji.

Pada Maret 2020, maskapai-maskapai penerbangan AS mulai menerima dana federal dan pinjaman sebesar $ 25 Miliar.

Dana tersebut digunakan sebagai upaya penyelamatan agar maskapai tidak merumahkan pegawai atau memangkas upah hingga September 2020 mendatang.