Astra International dan Telkom

International Investor Club – Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup turun 0,46% ke level 4.608,79 pada pertengahan minggu ini.

Koreksi indeks merespon data pertumbuhan ekonomi Indonesia yang melambat cukup signifikan dan jauh di bawah proyeksi pemerintah, efek dari pandemi corona.

Analis Reliance Sekuritas Indonesia, Lanjar Nafi mengatakan bahwa pelemahan IHSG hari ini karena investor waspada terhadap turbulensi pada pertumbuhan ekonomi karena covid-19.

BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2020 hanya mencapai 2,97%, lebih rendah dari proyeksi pemerintah sebesar 4,6%.

Baca Juga: OJK: Kredit Bisa Tumbuh Jika Kredit Modal Kerja Dijamin Pemerintah

Saham Astra dan Telkom

Saham BUMN

Dalam sajian berita KataData, dari risetnya, Lanjar mengungkapkan:

“Indonesia memiliki jumlah infeksi virus corona tertinggi kedua di Asia yang membuat pemerintah terus berupaya menahan penyebarannya, mulai terlihat dampaknya terhadap ekonomi.”

Turunnya IHSG ini diikuti oleh derasnya aliran modal asing keluar dengan penjualan bersih saham mencapai Rp 347,43 Miliar di pasar reguler. Saham PT Astra International Tbk (ASII) paling banyak dilepas investor asing dengan net sell Rp 113,84 Miliar.

Selain itu, saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) juga ramai dilego oleh investor asing dengan net sell mencapai Rp 87,05 Miliar.

Kemudian saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) juga dilepas investor asing dengan net sell mencapai Rp 56,92 Miliar.

Meski saham ASII banyak dilepas asing, namun saham ini ditutup naik 0,83% menjadi Rp 3,640 per saham. Berbeda, saham TLKM turun 2,41% menjadi Rp 3.240 per saham. Sedangkan PGAS tak bergerak di level Rp 815 per saham.

Baca Juga: IHSG Rontok di Awal Mei, Ini Penyebabnya!

Nilai Transaksi Pasar Modal

IHSG

Tercatat total nilai transaksi hari ini di pasar modal senilai Rp 5,37 Triliun dengan total volume saham yang diperdagangkan sebanyak 6,85 miliar unit saham.

Sejalan dengan penurunan indeks, ada 244 saham yang ditutup turun, 150 saham menguat, dan 145 saham stagnan.

Dalam sajian berita KataData dijabarkan, Indeks LQ45 pada kemarin ditutup turun hingga 0,51%. Saham yang turun paling besar di indeks itu adalah PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk (BTPS) sebesar 6,91% menjadi Rp 2.290 per saham. Lainnya, saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun 6,88% menjadi Rp 1.285 per saham.

Namun, pelemahan indeks saham-saham unggulan tersebut tertahan oleh beberapa saham yang naik signifikan. Sebut saja saham PT Jasa Marga Tbk (JSMR) yang meroket hingga 10,38% menjadi Rp 3.510 per saham. Serta saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO) yang naik 4,97% menjadi Rp 950 per saham.