International Investor Club – Dengan adanya stimulus subsidi bunga kredit KPR, Direktur PT. PP Properti Tbk, Indaryanto berharap ini akan mampu menunjang atensi terhadap penjualan. Hal ini dikarenakan dengan relaksasi ini, bunga dari membeli unit tidak akan langsung dibayarkan, tapi beberapa bulan kemudian.

Dari sisi pengembang, dirinya mengamati bahwa apabila masyarakat memanfaatkan stimulus tersebut, itu juga akan menjadi suatu profit.

Hal tersebut lantaran setelah dilakukannya penandatanganan KPR/KPA, maka pihaknya akan seketika mendapatkan pembayaran dari bank.

Baca Juga: PPRO Berfokus pada Serah Terima Kunci dan Menunda Capex

Kebijakan Subsidi Bunga KPR

KPR

Dalam sajian berita Rumah.com, Indaryanto mengungkapkan:

“Mayoritas konsumennya melakukan pembelian dengan skema KPA. Adapun rata-rata pembelian dengan sistem KPA adalah sebanyak 45%, kemudian disusul dengan skema installment sebesar 35%, dan 20% sisanya mengaplikasikan skema tunai keras.”

Direktur PT. Intiland Development Tbk, Archied Noto Pradono juga menyatakan hal yang serupa. Menurutnya, stimulus ini mampu menunjang penjualan properti pada masa ini. Hanya saja, dengan catatan pandemi virus corona ini segera berakhir.

Hal ini lantaran kondisi saat ini yang membuat masyarakat menahan pengeluaran. Oleh karena itu juga, pencapaian marketing sales perusahaan terkena dampak dan belum memberikan hasil yang signifikan.

Adapun mayoritas dari konsumen Intiland juga menjalankan pembelian skema kredit sebesar 65%, kemudian disusul dengan skema cash bertahap sebesar 35%.

Direktur PT. Metropolitan Land Tbk, Olivia Surodjo juga setuju akan hal ini. Menurutnya, dengan keadaan saat ini, khususnya dengan adanya kebijakan PSBB yang berdampak pada aktivitas masyarakat (work from home/WFH), itu telah mempersulit proses KPR.

Pasalnya, mayoritas pelanggan PT. Metropolitan Land Tbk, yaitu sekitar 90%-nya melakukan transaksi dengan menggunakan sistem KPR.

Dalam sajian berita Rumah.com, ia mengungkapkan:

“Jadi, dengan adanya subsidi bunga ini diharapkan dapat membantu. Tapi memang dengan adanya kebijakan WFH ini, proses KPR jadi agak lebih sulit.”

Baca Juga: Diluar Jawa, Bisnis Properti Masih Minim Dampak Pandemi Corona

Nilai Subsidi

sinarmas properti

Sementara itu, saat ini pemerintah disebut-sebut sedang membentuk kebijakan baru berkaitan subsidi kredit konsumsi.

Menurut Deputi Komisioner Masyarakat dan Logistik Otoritas Jasa Keuangan, Anto Prabowo, nantinya akan ditetapkan target penerima subsidi bunga dari pemerintah untuk variasi rumah 21 m², 22 m², sampai 70 m².

Subsidi akan diberi selama enam bulan dimulai dari bulan April sampai September 2020 dalam dua tahap untuk dua klasifikasi.

Pertama, bagi nilai kredit di bawah Rp 500 Juta diberi subsidi bunga 6% pada tiga bulan pertama, serta 3% untuk tiga bulan selanjutnya. Kedua, nilai kredit di atas Rp 500 Juta sampai Rp 10 Miliar memperoleh subsidi 3% untuk tiga bulan pertama dan 2% untuk tiga bulan selanjutnya.