International Investor Club – Kinerja industri properti dipastikan kian merosot di tengah merebaknya wabah pandemi virus corona atau Covid-19. Perubahan mindset pasar harusnya segera diantisipasi oleh kalangan pelaku industri properti.

Hal itu mengemuka dalam acara ‘Ngabuburit Kadin Jatim Top’ yang digelar secara virtual di Surabaya, pada hari Sabtu (9 Mei) kemarin, dengan tema ‘Bisnis Properti dan Teknologi saat Pandemi Covid-19’.

Baca Juga: Kebijakan Relaksasi Bunga KPR Disambut Positif Pengembang

Pasar Properti Ditengah Pandemi

asuransi properti

Direktur Utama PT Tata Kreasi Indonesia, HM Supriyadi mengatakan bahwa industri properti merupakan salah satu sektor yang paling terdampak akibat mewabahnya pandemi Covid-19.

Ia memperkirakan, bisnis ini baru akan bangun dan kembali bergairah pada pertengahan tahun depan. Sebab, pascakrisis Covid-19, masyarakat akan lebih dahulu berpikir untuk membayar utang atau tagihan dibanding memenuhi keinginan.

Dalam sajian berita di BeritaSatu, Supriyadi menungkapkan:

“Kalau grafik Covid-19 sudah mulai turun di Juni, maka aktivitas akan kembali normal di awal tahun depan. Dengan skema tersebut, maka di bulan Maret 2021 masyarakat baru bisa bayar utang dan pada Juni 2021 mereka baru bisa membeli properti atau otomotif.”

Sementara itu, Ketua Umum Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto mengatakan bahwa selama pandemi Covid-19, Kadin Jatim berupaya memberikan solusi kepada seluruh pengusaha, salah satunya melalui acara ‘Ngabuburit Kadin Jatim Top’ yang digelar setiap hari secara virtual. Ia pun mengatakan:

“Acara ini sangat efektif bagi dunia usaha karena disini mereka bisa berbagi informasi terkait kondisi industri di Jatim dari banyak sektor dan mencari solusi problem yang dihadapi. Mereka juga bisa membangun jaringan dan berkolaborasi dengan pengusaha yang lain agar bisnisnya menjadi terselamatkan.”

Baca Juga: PPRO Berfokus pada Serah Terima Kunci dan Menunda Capex

Kadin Jatim

Bisnis ((doc.)

Adik menambahkan, Kadin Jatim berusaha memfasilitasi komunikasi-komunikasi bisnis di kalangan dunia usaha. Terlebih, setiap hari narasumber yang tampil cukup up to date dan berkompeten. Ia juga mengatakan:

“Temanya juga beragam dan relevan dengan kondisi saat ini. Pesertanya juga cukup banyak sehingga bisa dijadikan ruang diskusi terbuka karena pengusaha manapun bisa bergabung.”