International Investor Club – Kementerian PUPR mengalokasikan pagu indikatif sebesar Rp 7,48 Triliun untuk program perumahan pada tahun 2021 mendatang. Besarnya anggaran ini dialokasikan khusus untuk Ditjen Perumahan Kementerian PUPR dan dimaksimalkan untuk mengerjakan berbagai program perumahan dari seluruh anggaran Kementerian PUPR yang sebesar Rp 115,58 Triliun.

Baca Juga: Dana Kelolaan Industri Reksadana pada Juni 2020 Bertumbuh

Program Perumahan 2021

Bisnis Properti

Anggaran perumahan ini nantinya akan dimanfaatkan untuk pembangunan rumah susun (Rusun), rumah khusus (Rusus), bantuan rumah swadaya atau program bedah rumah, pembangunan prasarana, sarana, dan utilitas (PSU), dan sebagainya.

Menurut Dirjen Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid, seluruh pelaksanaan program perumahan diarahkan untuk mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat.

Dalam sajian berita Rumah.com, Khalawi mengungkapkan:

“Fokus pembangunan di sektor perumahan saat ini untuk menjadi stimulan pemulihan ekonomi dan reformasi sosial di masyarakat. Fokus pembangunan harus sesuai dengan rencana kerja pemerintah seperti pemulihan sektor industri, pariwisata, dan investasi sesuai dengan tugas kementerian.”

Khalawi pun merinci beberapa target prioritas pembangunan perumahan yang akan dilaksanakan oleh Ditjen Perumahan Kementerian PUPR tahun depan.

Diantaranya, pembangunan Rusun sebanyak 7.724 unit dengan alokasi anggaran senilai Rp 3,51 Triliun di beberapa lokasi seperti Jawa Barat, Jawa Timur, Kepulauan Riau, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Sulawesi Utara.

Kemudian pembangunan rumah swadaya melalui program bedah rumah dengan anggaran Rp 2,51 Triliun.

Jumlah rumah tidak layak huni yang akan ditingkatkan kualitasnya mencapai 111.200 unit rumah yang tersebar di 33 provinsi.

Pembangunan Rusus akan dikerjakan untuk sebanyak 2.640 unit dengan anggaran Rp 61 Miliar di Kabupaten Banjar Baru, Morowali, dan Konawe Selatan.

Pembangunan Infrakstruktur

Constructech (doc.)

Selanjutanya pembangunan rumah umum dan komersial melalui pembangunan PSU dengan anggaran Rp 41 Miliar. Sisa anggaran lain akan digunakan untuk pembinaan, pengaturan, pengawasan, hingga dukungan manajemen untuk memperkuat program kerja perumahan yang telah digariskan.

Dalam sajian berita Rumah.com dijabarkan bahwa, guna melaksanakan pembangunan infrastruktur dan perumahan tersebut, Kementerian PUPR juga melakukan redesain penyederhanaan program.

Hal ini antara lain untuk memperkuat dukungan manajemen, pendidikan dan pelatihan vokasi, infrastruktur konektivitas, ketahanan sumber daya air, serta perumahan dan kawasan permukiman agar pembangunan infrastruktur dan perumahan dapat berjalan dengan baik di lapangan.