International Investor Club – Investor ritel kenamaan pasar modal Indonesia, Lo Kheng Hong, mengatakan dirinya juga memilih investasi reksadana untuk mengatur portofolio investasinya selain juga berinvestasi pada saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Adapun reksadana yang menjadi favoritnya adalah reksadana jenis pendapatan tetap (reksa dana dengan mayoritas berisi obligasi/surat utang) karena bisa memberikan keleluasaan penyimpanan dana yang bisa mempermudah likuiditas pengelolaan dana.

Baca Juga: TLKM Melonjak Hampir 2% Pasca Buka Blokir Netflix

Lo Kheng Hong
Stockbit (doc.)

Dalam video yang diunggah oleh Simas Invest, dalam instagram resminya, ia mengungkapkan:

“Reksa dana pendapatan tetap. Uang yang belum saya belikan saham saya taruh di sana [reksa dana]. Ketika saya beli saham, bisa saya tarik [dana di reksa dana].”

Dalam sajian berita CNBC Indonesia dijabarkan, Lo Kheng Hong berpesan bagi perusahaan manajer investasi (MI) agar bisa terus mendapatkan kepercayaan investor ialah dengan meningkatkan kinerja produk reksadana dan juga selalu menjaga komitmen kepada para nasabah.

Reksa dana pendapatan tetap adalah jenis reksa dana yang sebagian besar alokasi investasinya ditempatkan pada surat utang (obligasi), minimal 80% harus terdiri dari surat utang, sedangkan sisanya merupakan produk pasar uang.

Ketika ramai nama Sinarmas Asset Management di publik soal pemberitaan pembekuan OJK, Lo Kheng Hong menegaskan tidak menarik dananya di Sinarmas.

Baca Juga: Program Perumahan Tahun 2021 Rp 7,48 Triliun, Mari Kita Ulas!

Selain Saham

Reksadana Saham

Long Kheng Hong menjelaskan, ia masih percaya dengan fund manager Grup Sinarmas tersebut, sehingga memilih mempertahankan portofolio ketimbang menarik dana meskipun dalam jumlah yang besar.

Dalam sajian berita CNBC Indonesia, Kheng Hong mengungkapkan:

“”Saya punya uang cukup banyak di Reksadana Sinarmas, saya tidak tarik, Karena saya percaya kepada Sinarmas.”

Lo Kheng Hong dikenal sebagai salah satu investor bertipe value investing di BEI dan sukses. Bahkan dia dijuluki Warren Buffet-nya Indonesia karena sudah meraup untung dengan memilih saham-saham dengan fundamental baik dan valuasi yang murah.

Dia memiliki beberapa saham saat ini, terutama di Grup Indika Energy. Di PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk. (MBSS), anak usaha PT Indika Energy Tbk (INDY), Lo Kheng Hong memiliki sebanyak 97.102.000 saham atau sebesar 5,55%, sementara di anak usaha Indika Energy lainnya yakni PT Petrosea Tbk (PTRO) dia punya sebesar 13,67% saham per Juni 2019.