Resesi Singapura

International Investor Club – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa lalu ditutup naik 0,29% di level 5.079,12. Level penutupan ini juga menjadi level tertinggi yang dicapai indeks acuan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Data perdagangan mencatat, investor asing melakukan aksi jual bersih sebanyak Rp 138 miliar di pasar reguler dengan nilai transaksi menyentuh Rp 7,2 Triliun. Juga, kabar buruk datang dari negara tetangga Singapura yang resmi mengalami resesi beberapa hari lallu.

Baca Juga: PSAB akan Rilis Obligasi Rp 650 Miliar, Tertarik Gak?

Singapura Dilanda Resesi

Singapura Resesi
Scandasia (doc.)

Dalam sajian berita CNBC Indonesia dijabarkan, pada kuartal I-2020, PDB Negeri Merlion terkontraksi alias minus 0,7% YoY. Sementara di kuartal II-2020, berdasarkan hasil polling Reuters, PDB Singapura diprediksi minus 10,5% YoY, dan akan menjadi kontraksi terdalam sepanjang sejarah.

Dengan prediksi sedalam itu, rasanya hanya keajaiban yang bisa membawa Singapura lepas dari resesi kali ini. Kali terakhir Singapura mengalami resesi pada tahun 2008 saat krisis finansial global.

Resesi yang dialami Singapura tentunya juga memberikan dampak ke Indonesia, khususnya di sektor riil. Tetapi tidak hanya kemarin, selama beberapa bulan ke belakangan dampaknya tentunya sudah terasa, sebab rilis data PDB merupakan “peresmian” resesi, penurunan aktivitas ekonomi sudah terjadi beberapa bulan ke belakang.

Untuk perdagangan minggu ini, inilah sentimen dan saham-saham yang direkomendasikan oleh beberapa sekuritas yang dijabarkan oleh CNBC Indonesia:

MNC Sekuritas – Posisi IHSG di Awal Penguatan

Sekuritas ini memperkirakan saat ini IHSG sedang berada di awal wave [c] dari wave 5, sehingga diperkirakan IHSG masih berpeluang untuk menguji Resistance di 5.111 terlebih dahulu, kemudian level 5.140 dan selanjutnya akan melanjutkan penguatannya ke area 5.200-5.300. Sekalipun terkoreksi, IHSG akan berada pada area 5.020.

Saham pilihan: AALI, AKRA, GGRM

Artha Sekuritas – Investor Tunggu Hasil RDG BI

IHSG diprediksi melemah. Secara teknikal indikator Stochastic bergerak di area overbought (jenuh jual) mengindikasikan potensi pelemahan. Pergerakan masih dibayangi kian tingginya kasus baru Covid-19.

Pergerakan diperkirakan terbatas diakibatkan minimnya sentimen pada awal pekan dan investor akan cenderung wait and see menunggu pernyataan Bank Indonesia terkait suku bunga. Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI digelar Rabu – Kamis, 15 – 16 Juli.

Saham pilihan: SCMA, PTPP, JSMR, BBRI

Reliance Sekuritas Indonesia – IHSG Bakal Menguat Terbatas

Pergerakan IHSG bergerak pada pola wedges dengan pergerakan menguat di tren positif jangka menengah. Indikator Stochastic yang bergerak terkonsolidasi setelah terjatuh dari area overbought namun signal indikator RSI masih berpeluang menguat secara momentum. Sehingga diperkirakan IHSG akan bergerak menguat terbatas.

Saham pilihan: AGII, AKRA, CPIM, HMSP