International Investor Club – Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan bahwa emiten penjual handphone PT Trikomsel Oke Tbk (TRIO) berpotensi akan ter-delisting paksa (forced delisting) atau dihapuskan dalam pencatatan bursa.

Forced delisting bisa dilakukan apabila suatu emiten mengalami suspensi perdagangan saham di pasar reguler dan tunai sekurang-kurangnya 24 bulan.

Baca Juga: Melihat Potensi Dibalik Resesi Singapura

TRIO akan Delisting

TRIO
Republika (doc.)

Dalam pernyataanya, otoritas bursa mengatakan bahwa saham TRIO telah disuspensi selama 12 bulan. Saham ini akan mencapai masa suspensi 24 bulan pada 17 Juli 2021. Dalam pernyataan bursa dikatakan:

“Bursa meminta kepada publik untuk memperhatikan dan mencermati segala bentuk informasi yang disampaikan oleh Perseroan.”

PT Trikomsel Oke Tbk merupakan perusahaan penyedia produk dan layanan telekomunikasi seluler di Indonesia yang terkenal dengan nama Oke Shop.

Dalam sajian berita CNBC indonesia dijabarkan, sebelum Trikomsel, BEI juga tengah melakukan monitoring ketat atas 6 saham yang juga berpotensi forced delisting.

Saham tersebut adalah PT Cakra Mineral Tbk (CKRA), PT Akbar Indo Makmur Stimec Tbk (AIMS), PT Sugih Energy Tbk (SUGI), PT Magna Investama Mandiri Tbk (MGNA), PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) dan PT Kertas Basuki Rachmat Tbk (KBRI).

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna sebelumnya mengatakan bahwa bursa secara aktif melakukan komunikasi dengan manajemen perusahaan tersebut maupun dengan pemegang saham pengendali mengenai rencana strategis perusahaan ke depan.

Baca Juga: PSAB akan Rilis Obligasi Rp 650 Miliar, Tertarik Gak?

Saham yang Terkena Suspensi

Suspensi Saham
Tempo (doc.)

Sebelumnya, dalam sajian berita CNBC Indonesia dijabarkan, BEI telah melakukan penghentian sementara (suspensi) perdagangan saham PT Arkha Jayanti Persada Tbk (ARKA), perusahaan manufaktur dan fabrikasi komponen alat-alat berat. Suspensi ini lagi-lagi seiring dengan terjadinya penurunan harga kumulatif yang signifikan atas saham tersebut.

Suspensi berlaku mulai perdagangan sesi I, Rabu lalu (15 Juli) di pasar reguler dan pasar tunai.

Dalam pengumumannya, BEI menuliskan:

“Sehubungan dengan terjadinya penurunan harga kumulatif yang signifikan pada saham ARKA, BEI memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham ARKA di Pasar Reguler dan Pasar Tunai mulai sesi I perdagangan tanggal 15 Juli 2020 sampai dengan pengumuman Bursa lebih lanjut.”