International Investor Club – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memang masih belum bersahabat bagi para investor hari ini, terpantau IHSG ditutup turun 0,56% ke level 5.051,10.

Namun di tengah penurunan IHSG hari ini. Ternyata asing diam-diam masuk ke bursa lokal lewat pasar negosiasi melalui pembelian saham PT Pyridam Farma Tbk (PYFA). PYFA sendiri merupakan perusahaan yang bergerak di sektor farmasi yang melantai di BEI pada Oktober 2001 silam.

Baca Juga: Jatuh Tempo Obligasi MDLN Diperpanjang, Lalu Bagaimana?

Asing Diam-Diam Beli Saham PYFA

Saham PYFA
Job-Like (doc.)

Dalam sajian berita CNBC Indonesia dijabarkan, tercatat pada pukul 11:16 WIB investor asing melalui broker Aldiracita Sekuritas Indonesia (PP) melakukan pembelian 2.547.366 lot saham PYFA di harga Rp 771/unit transaksi ini sendiri adalah transaksi crossing yang artinya saham ini dijual dan dibeli oleh broker yang sama.

Total dana yang dikeluarkan asing untuk menebus transaksi tersebut mencapai Rp 196 Miliar. Harga saham PYFA sendiri hari ini terpantau terapresiasi 7,86% ke level harga Rp 755/unit.

Tidak berhenti sampai sana, investor asing juga masuk ke saham bluechip lewat pasar nego pada hari ini. Terpantau investor asing melakukan pembelian bersih di pasar nego pada saham PT Astra Internasional Tbk (ASII) sebesar Rp 115 Miliar.

Transaksi pembelian asing dengan volume terbesar di saham ini adalah transaksi crossing melalui broker Macquarie Sekuritas Indonesia (RX) sebanyak 151.611 lot di harga 5.069/unit sesaat sebelum pasar ditutup yaitu pada pukul 15:14 WIB. Pada hari ini harga ASII terkoreksi 1,92% ke level Rp 5.100/unit.

Baca Juga: Resesi Membayangi Indonesia, Aman Berinvestasi di Instrumen Ini

Investor Asing

Investor Asing Obligasi
Pasardana ID (doc.)

Dalam sajian berita CNBC Indonesia dijabarkan, investor asing masuk melalui pasar negosiasi dan pasar tunai sebesar Rp 312 Miliar pada hari ini, meskipun di pasar reguler asing masih mencatatkan net sell sebesar Rp 69 Miliar.

Sebagai informasi, pasar negosiasi di BEI adalah satu dari tiga jenis transaksi di bursa saham. Jenis transaksi lain yaitu transaksi di pasar reguler atau pasar biasa, dan pasar tunai.

Transaksi di pasar reguler merupakan transaksi yang dilakukan menggunakan mekanisme tawar menawar berkelanjutan dan menjadi fasilitas bertransaksi dengan harga normal dan jumlah transaksi minimal 1 lot (100 saham).

Sebaliknya, transaksi besar yang dilakukan di pasar negosiasi biasanya melibatkan pemilik atau pemegang saham besar yang tidak ingin merusak harga di pasar reguler. Harga dan jumlah transaksi bisa ditentukan oleh kedua belah pihak tanpa perlu mengikuti harga pasar.

Sementara itu, pasar tunai adalah pasar di mana perdagangan efek di bursa dilaksanakan berdasarkan proses tawar-menawar secara lelang yang berkesinambungan (continuous auction market) oleh perusahaan efek anggota bursa (AB) melalui sistem JATS dan penyelesaiannya dilakukan pada hari bursa yang sama alias hari itu juga (T+0).