International Investor Club – PT Jouska Finansial Indonesia buka suara terkait keluhan kerugian dari sejumlah klien akibat penempatan investasi di saham PT Sentral Mitra Informatika Tbk (LUCK).

Pasalnya, saat ini harga saham LUCK terus menurun dan memberi kerugian sekitar 60-70% dari total investasi klien.

Founder dan CEO Jouska, Aakar Abyasa Fidzuno mengatakan bahwa perusahaan sejatinya hanya memberikan edukasi dan masukan atau saran kepada klien atas setiap kondisi dan keputusan finansial yang akan diambil. Namun, keputusan tetap berada di tangan klien.

Baca Juga: Saham Bio Farma Melejit Karena Sentimen Pengujian Vaksin Corona

Alasan Jouska

Jouska
Glints (doc.)

Dalam sajian berita CNN Indonesia, Aakar mengungkapkan:

“Yang kami berikan kepada klien adalah edukasi dan masukan atau saran atas setiap kondisi dan keputusan finansial yang akan diambil.”

Sementara terkait rekomendasi penempatan investasi di saham LUCK, Jouska merujuk pada kondisi perusahaan pada masa rekomendasi, yaitu 2018-2019. Saat itu, harga saham perusahaan yang belum lama resmi menawarkan saham ke publik (Initial Public Offering/IPO) itu memang cukup tinggi mencapai Rp 2.000 per lembar saham.

“Ketika seseorang memutuskan berinvestasi di LUCK, pada masa tersebut (2018-2019), kami melihat bahwa kondisi perusahaan ini secara fundamental dapat dikatakan baik di tengah market yang sideways.”

Berdasarkan catatan kinerja LUCK di pasar modal, perusahaan yang bergerak di bidang telekomunikasi ini melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 28 November 2018. Kala itu, perusahaan menawarkan saham dengan harga Rp 285 per lembar saham dari harga penawaran di kisaran Rp 260 sampai Rp 310 per lembar saham.

Baca Juga: Obligasi RI Bergerak Variatif Karena Sentimen yang Beragam

LUCK

Jawapos (doc.)

Dari IPO, LUCK berhasil menghimpun dana sekitar Rp 44 Miliar. Kehadiran LUCK di pasar modal rupanya cukup menarik perhatian.

Hal ini membuat harga saham perusahaan terus menanjak dalam tujuh bulan setelah IPO. Kenaikan harga saham yang signifikan sempat membuat BEI menyetop transaksi saham LUCK pada awal Juli 2019.

Ketika dibuka kembali oleh BEI, harga saham rupanya tetap menanjak. LUCK mencatat harga saham tertinggi mencapai Rp 2.020 per lembar saham pada 24 Juli 2019.

Namun pada Agustus 2019, harga saham LUCK anjlok ke kisaran Rp 1.500 per lembar saham. Bahkan, pada November 2019, harga saham menyentuh posisi Rp 500 per lembar saham.