Jouska (Lagi)

International Investor Club – Terkuaknya kasus kerugian investasi sejumlah nasabah oleh perusahaan perencana keuangan PT Jouska Finansial Indonesia atau Jouska dinilai menjadi pembelajaran bagi kawula muda untuk lebih lagi melek soal pengetahuan investasi. Bahasa kerennya, literasi keuangan.

Baca Juga: Kenapa Jouska Memilih LUCK yang Labanya Cuma Rp 4 Miliar?

Korban Jouska

Jouska LUCK
CNBC Indonesia (doc.)

Apalagi, banyak korban yang justru dari kalangan generasi muda, seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Randy Danistha, personel band Nidji, yang mengalami kerugian sampai Rp 178 Juta akibat penempatan investasi Jouska di saham PT Sentral Mitra Informatika Tbk (LUCK).

Parahnya lagi, Jouska bahkan sempat menyarankan Randy untuk menjual aset rumah dan membeli kembali saham LUCK saat saham emiten distribusi perangkat dan jasa dokumentasi itu.

Pola yang sama juga dialami oleh Melissa, customer PT Amarta Janus Indonesia sejak 1 Agustus 2016 sampai dengan 31 Juli 2017, yang kala itu belum bernama Jouska.

Rekaman percakapan antara Melissa dengan CEO Jouska, Aakar Abyasa Fidzuno yang diunggah ke YouTube yang berisi kata-kata yang sarkastik menjadi viral dalam sepekan terakhir di media sosial Twitter sampai grup percakapan WhatsApp.

Dalam sajian berita CNBC Indonesia, Melissa mengungkapkan:

“Saya ingin klarifikasi memang benar suara client di rekaman tersebut adalah saya sendiri. Melissa. Saya hanya ingin menceritakan fakta sebenarnya.”

Baca Juga: Emiten-Emiten Ini Bakal Didelisting Karena Skandal Jiwasraya!

Perlunya Melek Investasi

Investasi Hanson EMCO

Dalam sajian berita CNBC Indonesia dijabarkan, Melissa mengatakan bahwa suara rekaman tersebut terjadi pertengahan Juli 2017 saat sebelum kontrak kerja sama dia berakhir pada 31 Juli 2017. Melissa hanya ingin akunnya ditutup dan uangnya kembali, namun Aakar memberikan jawaban dengan nada penuh amarah.

Kecurigaan semakin mengemuka saat Melissa mempertanyakan soal penempatan investasi di saham-saham seperti BUMI (PT Bumi Resources Tbk), DOID (PT Delta Dunia Makmur Tbk) dan KICI (PT Kedaung Indah Tbk) pada akhir Maret 2017.

“Bukan saya yang mem-viralkan rekaman Aakar itu. Saya tidak mau menghakimi siapa pun. Saya sendiri terkejut rekaman tersebut jatuh ke tangan orang lain dan saya tidak menyangka rekaman tersebut bisa viral secepat ini.”

Ia menambahkan:

“Memang Aakar Abyasa sudah tidak punya itikad baik saat itu memaki saya, mengucapkan kata kata “F**k You” ke saya sebagai client di saat ingin datang baik baik ke kantor beliau [Menara Thamrin 15th Floor Suite 1502] menanyakan kenapa portfolio saya di belikan saham beresiko dan saya minta penjelasan status portfolio tersebut mau di bawa kemana yang saat itu status portfolio minus.”

Menanggapi pertanyaan kebenaran rekaman tersebut, pihak Jouska yang tak mau disebutkan namanya tak membantah atau pun mengiyakan.

Namun, hanya menegaskan bahwa Jouska akan menyelesaikan permasalahan dengan klien secara baik-baik.

“Terkait pertanyaan tersebut, kami mohon untuk pengertian dan kerjasamanya dalam upaya Jouska menyelesaikan permasalahan dengan klien secara baik-baik,” kata pihak Jouska.

SWI

Satgas Waspada Investasi (SWI) sudah memanggil Jouska terkait dengan laporan klien yang ramai diperbincangkan di sosial media.

Ketua SWI, Tongam Lumban Tobing mengatakan penanganan kasus ini bukan di bawah Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Namun Satgas Waspada Investasi yang bakal terjun langsung.

Saat ini Satgas Waspada Indonesia telah mendapatkan 80 aduan terkait Jouska. Modusnya, perusahaan telah melakukan eksekusi dana para kliennya.

Dalam sajian berita CNBC Indonesia, Tongam mengungkapkan:

“Kalau kami lihat pengaduan dari masyarakat memang ada kecenderungan diduga Jouska ini juga selain memberikan nasihat-nasihat mengenai keuangan atau investasi juga melakukan eksekusi atau pengelola dana nasabah dan ini yang perlu kami cek kembali.”

Pada dasarnya, pengetahuan / melek investasi sangatlah diperlukan oleh para calon investor maupun investor pemula, agar bisa lebih bijak memilih dan memilah saran investasi maupun pengelola investasi, karena akan lebih baik kalau investasi itu dilakukan oleh diri sendiri dan atas keputusan diri sendiri agar terus berkembang untuk menjadi investor yang Profitable. Setuju?