International Investor Club – Mantan direktur utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Tito Sulistio, buka suara merespons masalah PT Jouska Finansial Indonesia (Jouska) yang diperkarakan para kliennya. Tito di pusaran kasus ini karena ada kabar kalau sang mantan Dirut bursa periode 2015-2018 ini akan mencaplok Jouska.

Baca Juga: SIDO Lakukan Stock Split 1:2 untuk Gaet Investor Ritel

Tito dan Jouska

Tito dan Jouska
Breaking News (doc.)

Kabar rencana untuk mencaplok Jouska tersebut rupanya memang sedang dibahas oleh Tito dengan manajemen Jouska. Tito tidak menyebutkan secara rinci dengan siapa saja pembicaraan itu dilakukan tapi tahap due diligence awal sudah mulai dilakukan.

Dalam sajian berita CNBC Indonesia, Tito mengungkapkan:

“Sudah ketemu sekali. Minggu depan akan ada pertemuan sekali lagi.”

Namun dari pertemuan pertama, jelas Tito, belum ada komitmen yang disepakati dengan Jouska. Namun bagi Tito, keberadaan Jouska sebagai entitas yang melakukan edukasi pasar modal punya kontribusi baik. Ia pun mengungkapkan:

“Saya tidak berbicara soal apa yang dilakukan Jouska di luar edukasi. Jouska harus diakui sudah banyak melakukan edukasi pasar modal. Lembaga mana yang bisa melakukan hal yang serupa?”

Seperti diketahui, kasus Jouska sempat ramai beberapa waktu lalu karena banyak klien yang mempersoalkan investasi saham yang dikelola oleh Jouska. Padahal Jouska bukan tidak memiliki izin sebagai perusahaan pengelola investasi atau manajer investasi.

Baca Juga: Saham – Saham Ini Tumbuh Subur di Agustus, Apa Itu?

Kian Ramai

Jouska LUCK
CNBC Indonesia (doc.)

Kasus ini semakin ramai karena Jouska menempatkan investasi kliennya pada saham tertentu, yaitu saham PT Sentral Mitra Indformatika Tbk (LUCK), yang baru IPO pada 2018. Penjamin emisi IPO Sentral Mitra adalah PT Philips Sekuritas, tempat klien Jouska membuka rekening efek.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan, Jouska tidak memiliki izin sebagai perusahaan investasi. Akhirnya kasus ini ditangani oleh Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi (SWI) dan Jouska diperintahkan menghentikan semua aktivitasnya.

Tak berhenti sampai disitu, beberapa klien juga telah menempuh jalur hukum untuk meminta pertanggungjawaban Jouska karena merugi.

Dalam sajian berita CNBC Indonesia, Tito menambahkan, dirinya tidak ingin ikut campur dalam persoalan Jouska di luar edukasi pasar modal. Tito berniat untuk mengembangkan Jouska sebagai lembaga edukasi pasar modal untuk masyarakat, khususnya bagi para milenial.

“Mereka punya subscriber banyak. Saya tidak mau ada satu lembaga edukasi pasar modal yang bagus harus mati karena hal ini. Saya siap mendukung meskipun tidak menjadi investor.”

Apakah pembaca setuju dengan keputusan dan pandangan Tito Sulistio?