International Investor Club – Salah satu pengusaha sukses di Tanah Air, dan mantan pemilik pabrikan ban Multistrada, Pieter Tanuri, melakukan penjualan saham PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) dengan tujuan investasi langsung.

Baca Juga: BRIS Meroket Lebih dari 90% sejak IPO, Bagaimana Bisa?

Pieter Tanuri dan Indomobil

Pieter Tanuri
Kumparan (doc.)

Dalam sajian berita CNBC Indonesia dijabarkan, berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Senin kemarin (31 Agustus), penjualan itu dilakukan melalui perusahaannya yakni PT Bina Raya Perkasa.

Direktur Utama Bina Raya Perkasa, yang juga Dirut Indomobil, Jusak Kertowidjojo, mengatakan penjualan tersebut adalah investasi langsung. Bina Raya sebelumnya masuk ke Indomobil melalui aksi penerbitan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue yang dilakukan IMAS.

Dengan pembelian saham lewat rights issue tersebut, porsi kepemilikan Bina Raya menjadi 919.154.566 saham dibeli dengan harga yakni Rp 550/saham, pada 14 Agustus lalu.

Namun baru 5 hari perdagangan (mengingat ada libur HUT Kemerdekaan, Tahun Baru Islam, dan cuti bersama), pada 25 dan 26 Agustus, Bina Raya melepas saham IMAS di harga Rp 665/saham dan Rp 620/saham dengan total penjualan mencapai 40.741.999 saham.

Dengan demikian harga rata-rata penjualan saham IMAS Rp 642,5/saham, naik 17% dari harga saham pembelian di level Rp 550/saham. Saham IMAS pada perdagangan Senin kemarin (31 Agustus) pada penutupan sesi II di level Rp 775/saham turun dari perdagangan akhir pekan Jumat (28/8) di level 820/saham.

Baca Juga: Mantan Dirut BEI, Tito Sulistio Lirik Jouska, Mau Apa?

IMAS

Glints (doc.)

Dalam sajian berita CNBC Indonesia dijabarkan, mengacu prospektus rights issue IMAS, disebutkan bahwa hubungan Bina Raya dan IMAS adalah kesamaan direksi.

Direktur Utama Bina Raya juga dijabat Jusak Kertowidjojo, sementara Direktur Bina Raya adalah Evensius Go (juga direktur IMAS), sementara Komisaris dijabat Pieter Tanuri yang menjadi pemegang saham utama Bina Raya (pemilik manfaat atau beneficial ownership).

Pieter adalah salah satu konglomerat Tanah Air dan mantan pemilik PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA), yang memproduksi ban Corsa, dan pemilik PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA), pengelola Bali United. Sebelumnya Pieter menjual MASA kepada pabrikan ban asal Prancis, Michellin.

Saat prospektus dirilis, pemegang saham IMAS sebelum rights issue yakni Gallant Venture Ltd 71,49%, PT Tritunggal Intipermata 18,17% (juga Grup Salim), dam investor publik 10,34%.

Nantinya setelah rights issue diselesaikan, saham Gallant menjadi 49,49%, Tritunggal 18,17%, publik 10,34%, dan Bina Raya 22%.

Saat rights issue, IMAS menerbitkan saham biasa sebanyak- banyaknya 1.229.012.627 saham biasa (1,22 miliar saham) dengan nilai nominal Rp 250/saham.

Harga pelaksanaan HMETD saat itu ditentukan antara Rp 500-600/saham sehingga dengan demikian nilai dana rights issue diperkirakan mencapai Rp 675,95 miliar.