International Investor Club – Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali kedatangan emiten baru yakni PT Soho Global Health Tbk (SOHO) dan PT Puri Global Sukses Tbk (PURI) pada beberapa hari lalu.

SOHO melepas sebanyak 114,38 juta saham atau setara dengan 13,78 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan setelah pelaksanaan penawaran umum perdana saham dengan harga Rp 1.820 per saham.

Baca Juga: Saratoga Lepas Saham Merdeka Copper Rp 214 Miliar, Wow!

SOHO dan PURI

ITTG saham

Sementara, PURI menawarkan sebanyak 200 juta saham baru atau 20 persen dari modal disetor perseroan setelah penawaran umum, dengan harga penawaran Rp 170 per saham. Perusahaan mengincar dana segar sebesar Rp 34 Miliar dari aksi ini.

Dalam sajian berita Medcom dijabarkan, saat listing perdana saham SOHO dan PURI melonjak masing-masing 24,73 persen dan 34,12 persen ke level Rp 2.270 dan Rp 228 per saham.

Saham SOHO ditransaksikan sebanyak 21 kali dengan volume 36 lot. Sementara saham PURI ditransaksikan sebanyak 21 kali dengan volume 150 lot.

Presiden Direktur dan Chief Executive Officer SOHO, Rogelio Paulino Jr La’ O mengatakan bahwa IPO merupakan langkah strategis bagi SOHO untuk memperkuat posisi SOHO di sektor farmasi dan kesehatan di Indonesia.

Dana hasil aksi ini akan digunakan SOHO untuk memperkuat bisnis distribusi yang merupakan aset strategis SOHO serta penggerak segmen-segmen bisnis lainnya dalam SOHO.

Keberadaan yang Dibutuhkan Konsumen

Saham

Dalam sajian berita Medcom, Rogelio dalam keterangan tertulisnya mengungkapkan:

“Kami sangat senang telah berhasil menyelesaikan IPO Perseroan. Kami berkomitmen untuk mengambil langkah proaktif untuk memenuhi kebutuhan konsumen, dengan menghadirkan lebih banyak produk dan layanan bagi pasien dan pelanggan, dan terus mengupayakan solusi kesehatan yang lebih baik.”

Sedangkan, Direktur Utama PURI, Eko Saputro Wijaya mengatakan bahwa sekitar 96,6 persen dari dana IPO ini akan digunakan untuk meningkatkan penyertaan modal pada perusahaan anak, yaitu PT Puri Karya Bersama (PKB) untuk pembelian lahan.
 
Pembelian lahan tersebut akan meningkatkan cadangan lahan (land bank) yang dapat digunakan untuk pengembangan usaha perseroan dan perusahaan Anak di masa datang. Sementara sisa dana IPO akan digunakan untuk modal kerja.
 
“Dengan adanya dana hasil IPO ini juga akan memperkuat struktur permodalan perseroan untuk merealisasikan rencana strategis kedepannya guna meningkatkan kinerja perseroan,” ucapnya.