International Investor Club – Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara (suspensi) perdagangan saham PT Trinitan Metals and Minerals Tbk. (PURE), dalam rangka cooling down sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan.

Baca Juga: Warren Buffett Beli Saham IPO Lagi Setelah 64 Tahun Lamanya, Ada Apa?

PURE di Suspensi

PURE
Indopos (doc.)

Selain saham, suspensi juga berlaku bagi Waran Seri I PT Trinitan Metals And Minerals Tbk. (PURE-W), mulai perdagangan Selasa ini (15/9/2020) sampai waktu yang belum ditentukan.

Dalam sajian berita CNBC Indonesia, manajemen BEI dalam pengumumannya mengungkapkan:

“Penghentian sementara perdagangan saham dan waran tersebut dilakukan di pasar reguler dan pasar tunai, dengan tujuan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasi di saham dan waran PURE.”

BEI menyatakan para pihak yang berkepentingan diharapkan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perseroan.

Mengacu data BEI, saham PURE terakhir diperdagangkan di level Rp 252/saham dengan kapitalisasi pasar Rp 336 Miliar. Dalam sepekan terakhir, saham PURE naik 11,50% dan sebulan terakhir perdagangan akumulatif sahamnya meroket 123,01%.

Bahkan dalam 3 bulan terakhir, saham PURE melesat 160%, kendati secara tahun berjalan atau year to date sahamnya minus 6,67%.

PURE yang berbisnis pengolah logam dan bahan mineral, tercatat di papan perdagangan BEI pada 9 Oktober 2019 dengan harga penawaran perdana Rp 300/saham. 

Baca Juga: Asing Diam-Diam Borong 5 Saham Ini Saat IHSG Lesu!

Manajemen Perseroan

Bisniscom (doc.)

Manajemen perseroan, dalam keterbukaan informasi, menjelaskan bahwa perseroan juga terdampak Covid-19 sehingga, untuk menjaga kelangsungan usaha, PURE mengajukan relaksasi bunga dan cicilan utang ke pihak bank serta mengajukan penurunan bunga disesuaikan dengan kemampuan Trinitan. Perseroan juga menunda pembayaran suku bunga (defered).

Selain itu, menilik ke saham Bakrie, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) bangkit dari level terendahnya yakni Rp 50/unit dan bergerak di kisaran Rp 50-54/unit atau naik hingga 8% pada hari ini. Para pelaku pasar berhasil merespons positif kenaikan harga batu bara yang berdampak positif bagi emiten batu bara seperti BUMI.

Direktur dan Sekretaris Bumi Resources Dileep Srivastava mengatakan sentimen terhadap perusahaan umumnya netral ke positif, hal ini terbukti dari pergerakan saham BUMI yang akhirnya naik setelah berbulan-bulan berada di posisi Rp 50/saham.

Menurutnya beberapa spekulasi dari cerita positif akhir-akhir ini bagi grup BUMI berdampak positif, misalnya saja prospek emas dari anak usahanya PT Bumi Resources Minerals (BRMS).

Dalam sajian berita CNBC Indonesia, Dileep mengungkapkan:

“Pagi ini saham BUMI bergerak di kisaran hingga Rp 54/saham, dengan jumlah yang signifikan berpindah tangan.”