International Investor Club – Manajemen perusahaan energi dan panel surya milik keluarga Tandiono, PT Sky Energy Indonesia Tbk (JSKY) memberikan tanggapan terkait volatilitas harga saham perseroan yang naik sampai 289%.

Kenaikan harga saham perseroan yang signifikan itu membuat otoritas bursa kembali melakukan suspensi saham JSKY sejak sesi pertama perdagangan Senin (21 September).

Baca Juga: Garudafood (GOOD) Akan Boyong 55% Emiten KEJU

JSKY Meroket Terus!

JSKY Sky Energy
Okezone (doc.)

Christopher Liawan, Komisaris Sky Energy menjelaskan, kenaikan harga saham yang naik sangat signifikan ini ditengarai sebagai respons positif investor atas pemberitaan PT Trinitan Metals and Minerals Tbk (PURE) yang berencana membawa anak usahanya, PT Hidrotech Metal Indonesia melantai di bursa saham Kanada.

Seperti diketahui, PT Trinitan Global Pasifik adalah pemegang saham perseroan. Dalam sajian berita CNBC Indonesia, Christopher Liawan mengungkapkan:

“Strength poin mengapa saham kita signifikan di luar pertanggungajawaban RUPSLB, kita punya IPO, yang menurut saya diterima publik.”

Ia pun mengatakan, “Ditambah program pemerintah yang mendukung kita punya bisnis tahun depan dan tahun ini pada umumnya.”

Selain itu, sentimen positif lainnya yang mendorong kenaikan harga saham JSKY adalah rencana perseroan melakukan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau rights issue.

Sky Energy berencana menerbitkan sebanyak 199 juta saham baru atau setara 9% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh dengan nilai nominal Rp 500 per saham.

Saham Lainnya

Saham dan IHSG

Dalam sajian berita CNBC Indonesia dijabarkan, guna memuluskan rencana tersebut, JKSY akan meminta restu pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 2 Oktober 2020 mendatang.

Sekadar informasi, JSKY merupakan perusahaan energi milik keluarga Tandiono, bersama dengan PURE. Perusahaan ini tercatat di bursa pada 28 Maret 2018 dengan menawarkan saham di pasar perdana senilai Rp 400/ saham.

Mengacu data BEI, saham JSKY sepekan naik 39,62%, sebulan terakhir meroket 289,47%, dan 3 bulan terakhir “terbang” 270% dengan kapitalisasi pasar Rp 601,63 Miliar.

Sementara itu, sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan ini tertekan yakni turun 0,22% di level 5.048,18 setelah isu independensi Bank Indonesia (BI) kembali santer.

Data perdagangan mencatat, investor asing melakukan aksi jual bersih sebanyak Rp 127 Miliar di pasar reguler hari ini dengan nilai transaksi hari ini menyentuh Rp 2,8 Triliun.