International Investor Club – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan pekan kemarin ditutup terkoreksi 2,24% di level 4.945,79. Kenaikan IHSG pada akhir pekan tersebut tidak mampu menyelamatkan IHSG dari koreksi selama 4 hari beruntun pada pekan kemarin.

Baca Juga: Saham ‘Pilihan’ Jouska Mulai Bergerak Lagi, Ada Apa?

IHSG Jatuh, Saham Ini Terbang?

Penurunan ini sendiri disponsori oleh sentimen negatif kepastian Indonesia jatuh ke jurang resesi dan rilis data global yang kurang cantik yang memberikan sinyal pemulihan ekonomi akan lebih lambat dari perkiraan.

Dalam sajian berita CNBC Indonesia dijabarkan, meskipun IHSG babak belur, namun ternyata banyak pula saham yang mampu terbang tinggi sampai ratusan persen.

saham naik
CNBC Indonesia (doc.)

Tercatat 5 dari 6 saham yang memimpin kenaikan alias Top Gainers adalah saham yang notabene mempunyai kapitalisasi pasar kecil yakni di bawah Rp 1 triliun sehingga biasanya harga sahamnya mudah digerakkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab.

Kenaikan tertinggi sendiri dibukukan oleh saham PT Alfa Energi Investama Tbk (FIRE) yang harga sahamnya berhasil melesat 104,55% selama sepekan terakhir. Meskipun terbang lebih dari dua kali lipat kapitalisasi pasar emiten pertambangan ini tergolong kecil yakni hanya Rp 398 Miliar.

Saham yang berhasil terbang tinggi dan memiliki kapitalisasi pasar mumpuni pada pekan ini hanyalah PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA). Emiten jarum suntik ini terbang 27,42% ke level Ro 790/unit dan memiliki kapitalisasi pasar sebesar Rp 1,26 Triliun.

IRRA

Bisniscom (doc.)

IRRA berhasil diuntungkan sentimen suksesnya uji coba vaksin Sinovac karena tentu saha diperlukanya jarum suntik untuk memberikan vaksin, IRRA juga didukung oleh sentimen eksternal lainya yakni rencana emiten untuk mengakuisisi produsen jarum suntik terbesar di Indonesia yakni PT Oneject Indonesia. Perusahaan yang terfokus pada produksi Auto Disable Syringes (AD) ini memiliki pangsa pasar mencapai 90% di Tanah Air.

Laba bersih IRRA juga masih akan melesat pada kuartal ketiga dan keempat tahun 2020 mengingat salah satu sumber pendapatan terbesar IRRA datang dari tender-tender dengan pemerintah yang biasanya muncul pada kuartal ketiga dan keempat.

Kedua hal tersebut dikombinasikan oleh kabar dalam wawancara eksklusif dengan CNBC Indonesia dimana Direktur Keuangan IRRA, Pratoto S Raharjo,  menyatakan pihaknya menjalin kerjasama dengan Biofarma terkait distribusi vaksin covid-19 yang pada akhir 2020 diharapkan telah tersedia 100 juta vaksin bagi Indonesia.