MNC

International Investor Club –  Di tengah terkoreksinya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini yang anjlok 0,19% ternyata investor asing diam-diam masuk ke saham-saham MNC Group.

Tercatat investor asing masuk ke empat saham Grup milik Harry Tanoe ini, adalah PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY) menjadi tempat asing masuk paling besar di Grup MNC pada perdagangan kemarin.

Baca Juga: Saham-Saham Indonesia Ini Tumbuh Diatas 100%, Kok Bisa Ya?

Asing Borong Saham MNC Group

Sindonews (doc.)

Dalam sajian berita CNBC Indonesia dijabarkan, tercatat investor asing masuk menggunakan broker PT MNC Sekuritas yang notabene merupakan sekuritas milik Grup raksasa ini. Pembelian ini sendiri dilakukan di harga Rp 960/unit sebanyak 600.000 lot sehingga dana yang digelontorkan asing sebesar Rp 57,6 Miliar. Transaksi ini merupakan transaksi crossing yang artinya broker penjual dan pembeli berasal dari broker yang sama.

Saham MSKY di pasar reguler sendiri diperdagangkan naik 10,56% ke level harga Rp 995/unit meskipun perdagangan hanya terjadi di satu harga dengan lot yang terbilang kecil yakni hanya 350 lot.

Selanjutnya asing juga masuk ke saham PT MNC Studios International Tbk (MSIN) sebanyak 1,4 juta lot di harga Rp 340/unit dengan total dana yang dikucurkan sebesar Rp 48,6 Miliar.

Transaksi ini juga merupakan transaksi crossing dengan broker EP sebagai penjual dan pembeli. Saham MSIN di pasar reguler sendiri pada perdagangan kemarin hanya mampu naik tipis 0,71% ke level harga Rp 282/unit.

Minat Asing

Investor Asing Obligasi
Pasardana ID (doc.)

Saham MNC Group ketiga yang diborong asing adalah PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) yang di koleksi asing sebanyak 1,9 juta lot di harga Rp 157/unit senilai Rp 30,4 Miliar, lagi-lagi transaksi ini merupakan transaksi crossing broker EP. Saham BCAP di pasar reguler hari ini diperdagangkan naik 4,27% ke level Rp 122/unit.

Terakhir tercatat saham PT MNC Investama Tbk (BHIT) yang sudah ambruk di level terendahnya gocap, juga dibeli secara crossing oleh asing di pasar nego di harga Rp 63/unit sebanyak 4,5 juta lot senilai Rp 28,4 Miliar. Meskipun diborong asing di pasar nego harga saham BHIT tetap stagnan di level Rp 50/unit di pasar reguler.

Tercatat total investor asing merogoh kocek sebesar RP 165 Miliar untuk memborong saham-saham grup ini di harga premium.