International Investor Club – Bursa Efek Indonesia ( BEI) akhirnya menghentikan sementara perdagangan saham PT Saranacentral Bajatama Tbk ( BAJA) di Pasar Reguler dan Pasar Tunai, dan suspensi ini berlaku mulai minggu ini.

Baca Juga: Saham Ini Menguat Disaat Para Buruh Tengah Mogok Loh!

BAJA Disuspensi

BAJA
Berita Satu (doc.)

Dalam sajian berita Kompas, dalam pengumumannya, BEI mengungkapkan:

“Sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada Saham PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA).Dalam rangka cooling down, PT Bursa Efek Indonesia memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan Saham BAJA, pada perdagangan tanggal 12 Oktober 2020.”

Dengan suspensi ini diharapkan dapat memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya di saham BAJA.

Sebelumnya BAJA sudah masuk dalam pengawasan BEI karena terjadinya peningkatan harga saham yang tidak wajar (Unusual Market Activity) selama dua hari dalam pekan kemarin.

BAJA mengalami peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada Selasa (6 Oktober) dan Rabu (7 Oktober), masing–masing 35 persen pada level Rp 81 per saham dan 34,57 persen pada level Rp 109 per saham.

Sementara pada penutupan perdagangan Jumat kemarin (9 Oktober), BAJA mengalami kenaikan 25,49 persen pada level Rp 218 per saham.

BEI mengimbau bagi para pihak yang berkepentingan diharapkan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Perseroan.

Bank Permata

Selain itu juga, sebelumnya, data perdagangan mencatat investor asing melakukan pembelian bersih jumbo di pasar negosiasi di saham BNLI (PT Bank Permata Tbk) yang kemungkinan besar merupakan pembelian tender offer.

Dalam sajian berita CNBC Indonesia dijabarkan, tercatat pada pembukaan perdagangan 09:00:08 WIB investor asing melalui broker PT Mandiri Sekuritas (CC) melakukan pembelian 29.704.194 lot saham BNLI di harga Rp 1.347/unit transaksi ini sendiri adalah transaksi crossing yang artinya saham ini dijual dan dibeli oleh broker yang sama.

Total dana yang dikeluarkan asing untuk menebus transaksi tersebut mencapai Rp 4 Triliun. Harga saham BNLI sendiri saat itu terpantau terapresiasi 3,39% ke level harga Rp 1.220/unit.

Transaksi di pasar reguler merupakan transaksi yang dilakukan menggunakan mekanisme tawar menawar berkelanjutan dan menjadi fasilitas bertransaksi dengan harga normal dan jumlah transaksi minimal 1 lot (100 saham).

Sebaliknya, transaksi besar yang dilakukan di pasar negosiasi biasanya melibatkan pemilik atau pemegang saham besar yang tidak ingin merusak harga di pasar reguler. Harga dan jumlah transaksi bisa ditentukan oleh kedua belah pihak tanpa perlu mengikuti harga pasar.