International Investor Club – Harga saham PT Bank Permata Tbk (BNLI) naik cukup signifkan usai pemegang saham perseroan, Bangkok Bank melaksanakan penawaran tender wajib (tender offer).

Baca Juga: BAJA Disuspensi oleh Bursa Efek Indonesia, Ada Apa?

BNLI Meroket Drastis!

BNLI Bank Permata
Bisniscom (doc.)

Dalam sajian berita CNBC Indonesia dijabarkan, Sampai dengan sesi pertama perdagangan awal pekan ini, saham BNLI naik 24,56% ke level Rp 2.460 per saham dari posisi pembukaan perdagangan di level Rp 2.050 per saham.

Data perdagangan mencatat, BNLI ditransaksikan sebanyak 1.723 kali dengan volume 6,88 juta senilai Rp 16,63 Miliar. Dalam sepekan terakhir, saham Bank Permata meroket 110,26%.

Meskipun sudah naik cukup tinggi, otoritas bursa belum meningkatkan status saham BNLI ke saham yang bergerak di luar kebiasaan atau unusual market activity (UMA).

Sekretaris Perusahaan Bank Permata, Katharine Grace, dalam pengumumannya menyampaikan, Bankok Bank telah memenuhi kewajibannya melaksanakan penawaran tender wajib dengan membeli sebanyak 2,97 miliar saham Bank Permata dari pemegang saham publik di harga Rp 1.347 per saham.

Katharine menuliskan dalam pengumuman di laman keterbukaan informasi BEI:

“Setelah penyelesaian penawaran tender wajib, total jumlah saham yang dimiliki Bangkok Bank dalam perseroan menjadi 27,68 miliar saham atau mewakili 98,71% dari modal yang ditempatkan perseroan.”

Berdasarkan catatan CNBC Indonesia, transaksi raksasa ini dilakukan di pasar negosiasi melalui broker PT Mandiri Sekuritas (CC) pada 7 Oktober 2020. Adapun total dana yang dikeluarkan tersebut mencapai Rp 4 Triliun.

Bank Permata

Bisniscom (doc.)

Sebelumnya, Bangkok akhirnya menuntaskan akusisi atas 89,12% saham PT Bank Permata yang digenggam oleh Standard Chartered dan PT Astra International Tbk (ASII). Transaksi akuisisi ini terjadi pada Rabu (20 Mei) senilai Rp 33,28 Triliun.

Penawaran tender wajib dilakukan sehubungan dengan saham yang dimiliki oleh pemegang saham publik dalam jumlah 26.880.234 saham kelas A dan 3.024.429.639 saham kelas B dari modal perseroan yang ditempatkan, mewakili sekitar 10,88% dari seluruh modal perseroan.

Saat itu, Bangkok Bank melakukan transaksi pembelian di harga Rp 1.347 per saham, atau setara Rp 33,66 Triliun atau setara valuasi 1,63 kali nilai buku Bank Permata yang berakhir 31 Maret 2020. Mandiri Sekuritas, CLSA Sekuritas Indonesia dan UBS Sekuritas menjadi broker yang memfasilitasi transaksi tersebut.

Data perdagangan mencatat, hingga penutupan perdagangan hari ini, Senin (12 Oktober), saham BNLI naik 24,56% ke level Rp 2.460 per saham. Nilai saham Bank Permata sudah naik 82,63% dari harga beli Bangkok Bank. 

Jika mengacu pada harga tersebut, sampai dengan hari ini, 12 Oktober 2020 atau lima bulan setelah Bank Permata dicaplok, Bangkok Bank setidaknya sudah mencatatkan cuan cukup yang cukup besar.