International Investor Club – Adanya rencana penggabungan tiga bank syariah BUMN membuat harga saham PT Bank BRISyariah Tbk (BRIS) melonjak pada perdagangan pagi kemarin.

Informasi merger ini diketahui dari undangan konferensi pers yang akan dilaksanakan oleh Kementerian BUMN sore nanti. Mengutip data perdagangan RTI, Selasa (13 Oktober), pada pukul 9.33 WIB, saham BRIS melesat 16,11% ke level Rp 1.045/saham.

Baca Juga: Saham Farmasi Terkerek Karena Vaksinasi Covid akan Dimulai November

BRIS Menguat

BRIS

Dalam sajian berita Detikcom dijabarkan, saham BRI Syariah dibuka pada perdagangan pagi ini di level Rp 920/saham, sempat mencapai level tertinggi di Rp 1.125/saham. Nilai transaksi saham BRIS berada di angka Rp 484,39 miliar dan volume perdagangan 458,54 juta lembar saham.

Kementerian BUMN memutuskan untuk menggabungkan seluruh entitas bisnis bank syariah milik bank-bank BUMN (Himbara). Dengan dilakukannya merger bank syariah BUMN akan menjadi sejarah baru bagi industri perbankan syariah nasional.

Ada 3 bank syariah BUMN yang akan dimerger yakni PT BRI Syariah, PT Bank Syariah Mandiri dan PT BNI Syariah. Kabarnya penandatanganan MoU untuk merger itu sudah dilakukan kemarin.

Hari ini rencananya akan dilakukan konferensi pers terkait hasil MoU tersebut.

Acara ini akan dihadiri Ketua Tim Project Management Office & Wakil Direktur Utama PT Bank Mandiri Hery Gunardi, Direktur Keuangan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Haru Koesmahargyo, Direktur Hubungan Kelembagaan PT Bank Negara Indonesia (BNI) Sis Apik Wijayanto dan Direktur Utama PT Bank BRIsyariah Ngatari.

Bank Permata

BNLI Bank Permata
Bisniscom (doc.)

Selain itu, sebelumnya, harga saham PT Bank Permata Tbk (BNLI) naik cukup signifkan usai pemegang saham perseroan, Bangkok Bank melaksanakan penawaran tender wajib (tender offer).

Dalam sajian berita CNBC Indonesia dijabarkan, Sampai dengan sesi pertama perdagangan awal pekan ini, saham BNLI naik 24,56% ke level Rp 2.460 per saham dari posisi pembukaan perdagangan di level Rp 2.050 per saham.

Data perdagangan mencatat, BNLI ditransaksikan sebanyak 1.723 kali dengan volume 6,88 juta senilai Rp 16,63 Miliar. Dalam sepekan terakhir, saham Bank Permata meroket 110,26%.

Meskipun sudah naik cukup tinggi, otoritas bursa belum meningkatkan status saham BNLI ke saham yang bergerak di luar kebiasaan atau unusual market activity (UMA).

Sekretaris Perusahaan Bank Permata, Katharine Grace, dalam pengumumannya menyampaikan, Bankok Bank telah memenuhi kewajibannya melaksanakan penawaran tender wajib dengan membeli sebanyak 2,97 miliar saham Bank Permata dari pemegang saham publik di harga Rp 1.347 per saham.

Katharine menuliskan dalam pengumuman di laman keterbukaan informasi BEI:

“SETELAH PENYELESAIAN PENAWARAN TENDER WAJIB, TOTAL JUMLAH SAHAM YANG DIMILIKI BANGKOK BANK DALAM PERSEROAN MENJADI 27,68 MILIAR SAHAM ATAU MEWAKILI 98,71% DARI MODAL YANG DITEMPATKAN PERSEROAN.”