International Investor Club – Peningkatan harga saham yang tidak biasa (Unusual Market Activity) terjadi pada saham milik PT Bank Permata Tbk (BNLI) menyebabkan saham tersebut diawasi oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).

Baca Juga: BRIS Melesat Karena Merger Bank Syariah BUMN

BNLI Diawasi

BNLI Bank Permata
Bisniscom (doc.)

Berdasarkan informasi pada laman resmi BEI, pengumuman UMA tersebut tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundangundangan di bidang pasar modal.

Dalam sajian berita Kompas dijabarkan, adapun informasi terakhir saham BNLI tercatat pada tanggal 9 Oktober 2020 mengenai laporan informasi atau fakta material sehubungan dengan pengumuman keterbukaan informasi atas pelaksanaan penawaran tender wajib oleh Bangkok Bank Public Company Limited, dan juga perubahan kepemilikan saham perusahaan.

Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity atas saham BNLI tersebut, para investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi Bursa.

Selain itu, investor juga diharapkan dapat mencermati kinerja perusahaan tercatat dan keterbukaan informasinya.

Dalam laman resmi, BEI mengungkapkan:

“Investor diharapkan dapat mengkaji kembali rencana corporate action perusahaan tercatat apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS. Investor juga harus mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.”

Saham Farmasi

Saham Farmasi
Glints (doc.)

Disisi lain, sebelumnya, saham-saham emiten farmasi ‘terbang’ pada sesi I perdagangan awal pekan ini karena kabar vaksinasi di Indonesia yang akan mulai dilakukan pada November mendatang membuat harapan kinerja emiten-emiten farmasi akan membaik.

Dalam sajian berita CNBC Indonesia dijabarkan, berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), harga saham PT Kimia Farma Tbk (KAEF) melompat 4,87% ke level Rp 3.230/unit. Lalu saham PT Indofarma Tbk (INAF) juga terbang 4,18% ke level Rp 3.240/unit.

Demikian pula saham PT Phapros Tbk (PEHA), anak usaha Kimia Farma, yang naik 2,64% ke harga Rp 1.555/unit dan saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) melesat 1,27% ke level harga Rp 1.590/unit.

Seperti diketahui, Kementerian Kemaritiman dan Investasi mengungkapkan program vaksinasi Covid-19 akan dimulai pada awal November 2020. Indonesia akan mengandalkan vaksin buatan China untuk mengusir corona dari Bumi Indonesia.

Kepastian pelaksanaan program vaksinasi ini karena tiga produsen vaksin Covid-19 China sudah menyanggupi penyediaan jutaan dosis untuk Indonesia.

Cansino menyanggupi 100,000 vaksin (single dose) pada bulan November 2020, dan sekitar 15-20 juta untuk tahun 2021.

G42/Sinopharm menyanggupi 15 juta dosis vaksin (dual dose) tahun ini, yang 5 juta dosis akan mulai datang pada bulan November 2020.